InfoSAWIT, JAKARTA — Upaya menuju produksi minyak sawit yang lebih berkelanjutan dan inklusif kembali mendapat dorongan kuat melalui peluncuran Rokan Hulu Landscape and Livelihoods Initiative. Program kolaboratif ini melibatkan sejumlah pihak dari sektor swasta dan organisasi nirlaba internasional, termasuk Musim Mas, Ferrero, Preferred by Nature, SAN, Agriterra, serta dukungan pendanaan dari Pemerintah Denmark melalui skema Danida Green Business Partnerships (DGBP).
Selama lima tahun ke depan, inisiatif ini akan dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dengan fokus utama pada pemberdayaan 5.400 pekebun swadaya. Tujuannya: memperluas adopsi praktik pertanian regeneratif, meningkatkan produktivitas, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Sebanyak 2.500 pekebun ditargetkan memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO, sementara 2.000 anggota komunitas—60 persen di antaranya perempuan—akan didorong untuk melakukan diversifikasi pendapatan.
Tak hanya pada level petani, inisiatif ini juga menyasar aspek ekosistem. Melalui pendekatan berbasis lanskap, program ini membangun kerja sama multipihak di tingkat yurisdiksi untuk mendukung restorasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati—sejalan dengan regulasi keberlanjutan global seperti EU Deforestation Regulation (EUDR).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 30 Mei – 5 Juni 2025 Turun Rp38,83 per Kg
Preferred by Nature akan bertindak sebagai koordinator utama program, menyelaraskan peran antar mitra dan melaksanakan pelatihan di lapangan. SAN akan berbagi keahlian dalam pertanian regeneratif bersama mitra lokal Kaleka dan Setara Jambi, sedangkan Agriterra akan memperkuat kelembagaan dan daya saing Asosiasi Pekebun Swadaya.
Di sisi lain, Musim Mas dan Ferrero memastikan program ini terintegrasi dalam rantai pasok mereka, sembari menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan dan keterlacakan minyak sawit yang mereka gunakan.
“Memberdayakan petani swadaya melalui pelatihan dan pendampingan adalah kunci membangun rantai pasok sawit yang tangguh,” ujar Olivier Tichit, Director of Communications and Sustainability Musim Mas dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (30/5/2025). Ia menekankan pendekatan lanskap yang digunakan perusahaannya selama ini melalui program Smallholder Hubs.
BACA JUGA: Eco Tourism Bali dan RSPO Sepakat Dorong Serapan Minyak Sawit Bekelanjutan di Sektor Pariwisata Bali
Sementara itu, Nicola Somenzi dari Ferrero menambahkan, “Kami ingin membangun rantai pasok yang memberikan manfaat nyata bagi petani dan komunitas, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.”
