InfoSAWIT, MERAUKE — Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus digaungkan pemerintah pusat. Kali ini, giliran Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin yang turun langsung ke Papua Selatan untuk meninjau rencana pengembangan program biodiesel berbasis kelapa sawit di Kabupaten Boven Digoel.
Kunjungan yang dilakukan pada Minggu (8/6) ini bukanlah perjalanan biasa. Menhan datang bersama jajaran strategis lintas sektor, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Staf Umum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan, serta Direktur Utama Agrinas Palma. Gubernur Papua Selatan turut menyambut langsung rombongan di lokasi.
Agenda utama kunjungan tersebut adalah peninjauan langsung wilayah potensial di Kabupaten Boven Digoel, yang dirancang menjadi salah satu pusat pengembangan biodiesel nasional dari kelapa sawit. Program ini merupakan bagian dari strategi besar yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian energi dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
BACA JUGA: Produktivitas Masih Rendah, GAPKI Dorong Akselerasi Transformasi Industri Sawit Nasional
Dari Bandara Tanah Merah, Menhan dan rombongan menggunakan helikopter untuk menjangkau area terpencil di Boven Digoel. Melalui observasi udara, mereka meninjau hamparan wilayah yang disiapkan untuk pengembangan perkebunan sawit sekaligus mencermati kondisi geografis, infrastruktur, serta wilayah sekitar Batalyon Teritorial Pembangunan 803.
Dilansir InfoSAWIT dari KBRN RRI bersumber Biro Infohan Setjen Kemhan, peninjauan dari udara ini memberi gambaran utuh mengenai tantangan sekaligus potensi kawasan Boven Digoel sebagai simpul baru dalam rantai pasok energi nasional berbasis sawit. Selain sebagai lumbung energi terbarukan, pengembangan wilayah ini juga diproyeksikan menjadi bagian integral dalam pembangunan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Kehadiran sejumlah pejabat dari kementerian pertanian, kehutanan, dan infrastruktur menunjukkan bahwa program ini bukan hanya menjadi urusan sektor energi semata. Pemerintah menaruh perhatian besar pada integrasi lintas sektor untuk mendorong keberlanjutan proyek sekaligus menjamin keberpihakan terhadap pembangunan wilayah tertinggal.
BACA JUGA: Ombudsman RI Ketemu Kemenhan Singgung Potensi Maladministrasi dalam Penertiban Lahan Sawit
“Peninjauan ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan strategi ketahanan energi nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar salah satu pejabat yang mendampingi Menhan.
Ditekankan pula bahwa ketahanan energi menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional, bukan hanya dari sisi pasokan energi, tetapi juga dari aspek keamanan, kemandirian ekonomi, dan keberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan.
