InfoSAWIT, JAKARTA — PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet terintegrasi, mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang impresif sepanjang kuartal II 2025. Dengan peningkatan produksi dan volume penjualan, TAPG berhasil mendorong pertumbuhan pendapatan hingga 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dikutip InfoSAWIT dari Laporan Investor Newslatter TAPG, Jumat (1/8/2025), tercatat perusahaan yang memiliki 23 kebun kelapa sawit, satu kebun karet, 18 pabrik kelapa sawit, satu fasilitas pemrosesan inti sawit, dan satu pabrik karet remah (RSS) ini beroperasi di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, termasuk unit usaha asosiasi. TAPG juga dikenal dengan komitmennya terhadap keberlanjutan, dengan mengadopsi standar global dan teknologi mutakhir dalam seluruh aktivitas operasionalnya.
Sepanjang kuartal II 2025, produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) meningkat masing-masing sebesar 17% dan 16% secara tahunan (YoY). Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan produksi TBS dari kebun internal maupun pihak ketiga. Selain itu, produktivitas TBS meningkat 18% YoY, sementara Oil Extraction Rate (OER) naik tipis 0,1 poin persentase meski sempat terdampak gangguan polinasi akibat musim hujan.
Lonjakan produksi mendorong peningkatan volume penjualan CPO, Palm Kernel (PK), dan Palm Kernel Oil (PKO) masing-masing sebesar 13%, 9%, dan 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Kombinasi volume penjualan yang tinggi dan harga jual yang tetap berada pada level kuat menjadi pendorong utama kenaikan laba usaha.
Pada semester pertama 2025, TAPG mencatat kenaikan EBITDA sebesar 57% dan laba bersih melonjak hingga 76% secara tahunan. Kinerja ini juga berhasil mengimbangi kenaikan biaya produksi yang terjadi seiring peningkatan output.
Dari sisi prospek, TAPG memperkirakan pola produksi tahun 2025 akan condong ke semester pertama dengan rasio 52:48. Produksi tahunan diproyeksikan tumbuh satu digit, didorong oleh semakin banyaknya tanaman yang memasuki usia produktif optimal serta praktik agronomi unggul yang diterapkan perusahaan. Cuaca yang relatif bersahabat turut menjadi faktor pendukung keberlanjutan tren pertumbuhan produksi.
BACA JUGA: Laba Bersih TLDN Melonjak 108% di Semester I/2025, Ditopang Kenaikan Harga dan Volume Penjualan CPO
Dengan kombinasi produksi yang meningkat dan harga jual yang stabil, TAPG optimistis dapat terus mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga akhir tahun. (T2)
