InfoSAWIT, JAKARTA — PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP Group) mencatat kinerja keuangan yang menggembirakan sepanjang semester pertama 2025. Dalam laporan keuangan konsolidasi interim yang dirilis untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025, perusahaan menunjukkan pertumbuhan signifikan baik dari sisi produksi maupun profitabilitas.
Sepanjang Januari–Juni 2025, produksi tandan buah segar (TBS) inti naik 2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 1,22 juta ton. Kenaikan ini turut mendorong produksi crude palm oil (CPO) perusahaan yang meningkat 7 persen yoy menjadi 326 ribu ton, seiring pasokan TBS dari kebun inti dan eksternal yang lebih tinggi.
Dari sisi penjualan, SIMP Group membukukan total pendapatan sebesar Rp9,39 triliun, melonjak 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan harga jual rata-rata produk kelapa sawit serta minyak goreng dan lemak nabati, ditambah dengan volume penjualan yang lebih besar.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Tembus Rekor 11 Bulan, Dorong Optimisme Pasar Global
Kinerja positif juga tercermin pada sisi laba. Laba kotor perusahaan naik 42 persen menjadi Rp2,27 triliun, sementara laba operasional tercatat sebesar Rp1,51 triliun atau tumbuh 24 persen yoy. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat tajam sebesar 43 persen menjadi Rp755 miliar. Adapun laba inti (core profit) melonjak 91 persen menjadi Rp1,19 triliun.
Dari sisi struktur keuangan, SIMP Group mencatat rasio utang bersih terhadap ekuitas (net gearing) yang lebih sehat, yakni 0,06x per 30 Juni 2025, turun dari 0,11x pada akhir Desember 2024.
Presiden Direktur SIMP Group, Paulus Moleonoto, menyampaikan bahwa pencapaian ini diraih di tengah tantangan sektor agribisnis yang masih berlanjut, termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta ketidakpastian global.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 6-12 Agustus 2025 Naik Rp37,3 per Kg
“Selama semester pertama 2025, SIMP Group berhasil mencatatkan kinerja positif. Kami tetap berkomitmen pada efisiensi biaya, optimalisasi operasional, dan selektif dalam melakukan investasi, sambil terus meningkatkan produktivitas dan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan,” ujar Paulus dalam pernyataan resminya dikutip InfoSAWIT, Kamis (7/8/2025). (T2)
