InfoSAWIT, JAKARTA — Komitmen lintas sektor dalam memajukan pendidikan dan sumber daya manusia kembali diperkuat. Pada Minggu (3/8), bertempat di kampus Institut Nalanda, Jakarta, telah berlangsung penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Institut Nalanda dan Indonesian Planters Society (IPS). Momentum ini difasilitasi oleh Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Kota Jakarta Timur.
Penandatanganan ini menjadi tonggak awal kerja sama strategis antara dua lembaga yang memiliki kesamaan visi dalam membangun bangsa melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan sektor profesional perkebunan.
Institut Nalanda dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebijaksanaan serta berkomitmen mencetak generasi unggul dan berkarakter. Sementara itu, IPS merupakan organisasi profesional di bidang perkebunan, yang anggotanya meliputi pemilik perkebunan, jajaran direksi perusahaan kelapa sawit, manajer, hingga karyawan dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan mancanegara.
BACA JUGA: IPS Jalin Kerja Sama Beasiswa dengan Institut Nalanda, Dengan Biaya Rp 1 Juta per Semester
Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk menjalin kolaborasi dalam pengembangan SDM, pelatihan vokasional, riset terapan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai dan profesionalitas. Tak hanya memperluas jejaring, kemitraan ini juga diharapkan mampu menciptakan ruang baru bagi pertukaran gagasan serta peningkatan kompetensi generasi muda.
“Peran kedua institusi ini sebagai fasilitator merupakan bentuk nyata dari sinergi lintas sektor, khususnya antara lembaga keagamaan, pendidikan, dan dunia profesional,” ungkap Joko Santoso, Penyelenggara Bimas Buddha Kankemenag Kota Jakarta Timur, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan semangat kolaboratif demi kemajuan bersama.
Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan IPS, termasuk Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Kepala Bidang, serta sejumlah tokoh penting dalam organisasi tersebut. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menandai awal yang positif bagi agenda-agenda kolaboratif ke depan.
BACA JUGA: Tingkatkan Kapasitas SDM, Pelatihan Pemetaan Perkebunan Sawit Digelar di Aceh Libatkan 89 Petani
Ketua Umum IPS, Jamalul dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. “Ini adalah langkah awal yang sangat strategis. Kami percaya bahwa kemajuan industri perkebunan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan modal, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya dikutip InfoSAWIT, Rabu (6/8/2205).
Pihak Institut Nalanda juga menyambut baik kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas kontribusi pendidikan tinggi terhadap sektor-sektor strategis nasional. Kolaborasi ini, menurut mereka, menjadi wujud nyata dari penerapan nilai-nilai kebijaksanaan dalam dunia profesional.
Ke depan, kerja sama ini ditargetkan akan melahirkan program-program inovatif, seperti beasiswa bagi anggota IPS, pelatihan manajemen kebun berkelanjutan, serta riset-riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan industri.
BACA JUGA: Perlindungan Sosial untuk Pekerja Sawit Pasaman, 1.850 Orang Masuk BPJS Ketenagakerjaan
Dengan sinergi yang terbangun antara dunia pendidikan dan profesionalitas perkebunan, diharapkan kolaborasi ini mampu menjadi model kerja sama lintas sektor yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. (T2)
