InfoSAWIT, BOGOR — Tiga mahasiswa Departemen Fisika IPB University membuktikan bahwa limbah kelapa sawit bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. Pristy Tasya Nabila, Salsabilla Permata Bayah, dan Annisa Nur Azahra berhasil mengembangkan panel akustik ramah lingkungan berbahan batang sawit dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS).
Gagasan ini lahir setelah mereka meninjau langsung kondisi perkebunan sawit di Kalimantan. “Kami melihat dampak kelapa sawit di Indonesia sangat besar, terutama dari sisi limbah yang dihasilkan. Mulai dari batang sawit hingga tandan kosong,” ujar Pristy dikutip InfoSAWIT dari IPB University, Senin (29/9/2025).
Dari pengamatan itu, ketiganya merancang inovasi sederhana namun efektif. Batang sawit dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk, sementara TKKS dipotong menjadi serat. Kedua bahan kemudian dicampur dengan tepung tapioka sebagai perekat alami, dicetak, dan dipanaskan dalam oven. “Tepung tapioka kami pilih karena alami, mudah diperoleh, dan kandungan starch-nya efektif sebagai pengikat,” jelas Annisa.
BACA JUGA: Solidaridad Dorong Pertanian Regeneratif untuk Atasi Stagnasi Produktivitas Sawit Rakyat
Hasil uji laboratorium menunjukkan panel akustik yang mereka beri nama Trangton memiliki koefisien serap suara mencapai 0,8 atau setara 80 persen, mendekati kualitas panel akustik komersial. “Produk kami tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga punya performa setara dengan panel pabrikan. Bahkan mampu mereduksi suara hingga 21 persen,” kata Salsabilla.
Prestasi Trangton tak berhenti di laboratorium. Inovasi ini mengantarkan tim IPB menyabet Juara Pertama sekaligus Best Presentation pada ajang International Oil Palm Trunk Product Design Competition 2025. Pencapaian itu membuka peluang besar menuju tahap komersialisasi.
Meski demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam pengangkutan batang sawit yang berukuran besar. “Solusinya, batang sawit bisa dikeringkan di lokasi perkebunan terlebih dahulu agar lebih ringan dipindahkan. Proses pembuatannya sederhana, tapi hasilnya luar biasa,” kata Pristy.
BACA JUGA: Membangun Generasi Profesional Sawit, Pesan dari Wisuda Poltek Kelapa Sawit CWE
Ketiga mahasiswa ini optimistis Trangton dapat berkembang lebih luas dengan dukungan investor maupun mitra industri. Harapannya, limbah sawit yang selama ini hanya terbuang percuma bisa bernilai tambah dan menjadi alternatif panel akustik berkelanjutan untuk masa depan. (T2)
