InfoSAWIT, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mengambil langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian industri minyak goreng di daerah. Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan pabrik minyak goreng yang digelar di Hotel Swiss-Bell Tarakan, Selasa (30/9).
Rakor tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan RI, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., bersama para pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS), asosiasi petani, serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah.
“Insyaallah pabrik minyak goreng ini akan kita bangun di Kaltara. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk ekspansi ke wilayah Borneo,” tegas Gubernur Zainal dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Jumat (3/10/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 1-7 Oktober 2025 Naik Tipis Cenderung Stagnan
Menurutnya, rencana pembangunan pabrik ini bukan hal baru. Sejak tiga tahun lalu, ide tersebut sudah menjadi cita-cita yang terus ia dorong. Rakor kali ini juga menjadi tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang semula dijadwalkan hadir namun harus kembali ke Jakarta.
Gubernur menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pemilik PKS di Kaltara agar rencana ini benar-benar bisa terwujud. “Tanpa dukungan dari 20 PKS yang ada, pabrik ini tidak akan berjalan. Kita harapkan mereka bisa menyuplai bahan baku secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, berbagai masukan disampaikan, mulai dari kapasitas produksi harian dan bulanan PKS hingga mekanisme kontrak ekspor yang sudah dijalankan. Informasi tersebut, kata Zainal, akan menjadi dasar dalam perencanaan agar pabrik dibangun sesuai kondisi lapangan. Ia juga menyoroti peran petani plasma dalam ekosistem sawit Kaltara.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 3 – 9 Oktober 2025 Tertinggi Rp 3.659,47 per Kg
“Petani plasma harus terorganisir, seperti di Sumatera Selatan yang sudah ada wadah asosiasi SIAT. Data jumlah petani dan luasan lahan perlu dihimpun agar mereka punya saluran aspirasi yang kuat,” tambahnya.
Rencana pembangunan pabrik minyak goreng ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi Kaltara, mulai dari menekan inflasi, menstabilkan harga bahan pokok, hingga membuka lapangan kerja baru. “Ini langkah awal untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” pungkas Gubernur Zainal. (T2)
