REDD+ di Indonesia dipandang sebagai contoh nyata bagaimana pembangunan berkelanjutan dapat dicapai melalui tata kelola yang transparan, kolaboratif, dan berbasis bukti ilmiah. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, hingga mitra internasional.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian hutan tidak harus menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi, melainkan justru fondasi untuk masa depan yang lebih hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.
“Capaian ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari komitmen yang lebih kuat untuk mewariskan bumi yang lestari kepada generasi mendatang,” tutur Rosa Vivien menutup acara.
BACA JUGA: PP 24 Tahun 2025 Tantangan Bagi Pelaku Usaha Perkebunan Sawit
Dengan capaian tersebut, Indonesia sekali lagi menegaskan dirinya sebagai negara yang bukan hanya berkomitmen di atas kertas, tetapi juga mampu membuktikan aksi nyata di panggung global dalam upaya penyelamatan iklim dunia. (T2)
