InfoSAWIT, JAKARTA – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim global, Sinar Mas Agribusiness and Food menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan pertanian Indonesia melalui inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Pesan ini disampaikan dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025, yang menjadi wadah bagi pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat untuk mencari solusi konkret menghadapi tantangan keberlanjutan di masa depan.
Dalam forum tersebut, Sinar Mas Agribusiness and Food menyoroti peran strategis industri kelapa sawit dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurut perusahaan, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan upaya melindungi masyarakat dan ekosistem alam. Langkah ini menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Sinar Mas Agribusiness and Food terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai inisiatif nyata seperti program Sawit Terampil dan dukungan terhadap Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kedua program tersebut bertujuan membantu petani kecil dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan serta meningkatkan hasil panen tanpa merusak lingkungan.
BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Skema DMO Sawit, Ekspor Bisa Terpangkas Demi Sukseskan Program B50
“Sebagai perusahaan, kami memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaku usaha kecil agar tetap tangguh menghadapi ancaman iklim,” ujar Anita Neville, Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (15/10/2025). Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus memberdayakan petani kecil sebagai bagian penting dari rantai pasok sawit berkelanjutan.
Melalui kerangka kerja Collective for Impact, perusahaan menargetkan pelatihan bagi 100.000 petani kelapa sawit kecil pada tahun 2035. Program ini akan difokuskan pada penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik pertanian yang baik, guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan ketahanan ekonomi petani di tengah perubahan iklim yang kian tak terelakkan.
Isu membangun sektor pertanian yang tangguh menjadi salah satu topik utama dalam forum IISF 2025. Dalam sesi panel bertajuk “Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agricultural Productivity” pada Jumat (10/10), Anita Neville menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Dunia usaha tidak dapat menyelesaikan tantangan besar ini sendirian. Melalui model tertutup yang inklusif (inclusive closed-loop model), kami membantu petani kecil menerapkan praktik berkelanjutan, mendapatkan akses terhadap benih unggul, dan meningkatkan produktivitas mereka. Inisiatif-inisiatif ini memastikan petani di seluruh industri kelapa sawit dapat tetap tangguh menghadapi ancaman iklim,” ungkapnya.
Selain itu, Sinar Mas Agribusiness and Food juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra internasional seperti IDH, Greenhope, World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), dan PepsiCo. Dalam sesi diskusi bertema “Advancing Food Security Through Sustainable Innovation”, kolaborasi tersebut membahas bagaimana inovasi teknologi pertanian, bahan tanam unggul, serta proses produksi efisien dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi komunitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan global.
