InfoSAWIT, MUARA WAHAU — Kabar gembira datang bagi para petani sawit di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Persoalan pembagian hasil antara petani plasma dan PT Tapian Nadenggan akhirnya menemui titik terang setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian.
Dilansir InfoSAWIT dari tribratakutim, Rabu (15/10/2205), kesepakatan dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Polsek Muara Wahau pada Senin, 13 Oktober 2025, dan dihadiri oleh perwakilan petani, pengurus koperasi, serta manajemen perusahaan.
Dalam kesepakatan tersebut, disetujui bahwa dana tabungan koperasi yang tersisa sebesar Rp8,1 miliar akan dimanfaatkan untuk dua keperluan utama. Sebesar Rp1,5 miliar dialokasikan untuk pembangunan rumah karyawan, sementara sisanya, yakni Rp6,6 miliar, akan dibagikan kepada para petani plasma.
BACA JUGA: Pemkab Berau dan YKAN Perpanjang Kerja Sama Menuju Pembangunan Rendah Karbon
Pembagian dana Rp6,6 miliar itu akan dilakukan secara bertahap mulai Oktober hingga Desember 2025. Setiap petani akan menerima sekitar Rp5.580.000 per hektar lahan yang dimilikinya.
Selain itu, petani juga berpeluang mendapatkan tambahan dana hingga Rp750.000 per hektar, tergantung pada hasil penjualan tandan buah segar (TBS) sawit. Jika pendapatan perusahaan meningkat, petani akan menerima tambahan penuh; namun jika penjualan turun, jumlahnya akan disesuaikan.
Tak hanya soal pembagian hasil, koperasi juga berencana membangun kantor baru menggunakan sebagian dana tabungan yang ada. Pembangunan akan dimulai pada tahun ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan pelayanan bagi anggota.
BACA JUGA: Jhonlin Agro Raya, Dari Perkebunan Sawit ke Energi Hijau
Dengan tercapainya kesepakatan ini, suasana antara petani dan perusahaan kini lebih kondusif. Peran aktif kepolisian sebagai mediator dinilai berhasil mempertemukan kepentingan kedua belah pihak dan mengakhiri ketegangan yang sempat muncul terkait transparansi pengelolaan dana plasma.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi hubungan kemitraan yang lebih sehat dan berkelanjutan antara petani sawit Muara Wahau dan PT Tapian Nadenggan. (T2)
