InfoSAWIT, GQEBERHA — Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat sistem perdagangan multilateral yang adil dan berbasis aturan. Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala, di sela-sela Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20 di Gqeberha, Afrika Selatan, Jumat (10/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Mendag Budi menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Dirjen Ngozi dalam menjaga kepercayaan antaranggota WTO di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi global. Ia menegaskan, Indonesia tetap menjadi pendukung kuat sistem perdagangan multilateral yang menjunjung prinsip keadilan dan keterbukaan.
“Indonesia sangat menghargai upaya WTO dalam memastikan perdagangan global berperan sebagai motor pemulihan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Mendag Budi dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Rabu (15/10/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 15-21 Oktober 2025 Naik Rp 42,3 per Kg
Pertemuan itu juga membahas berbagai isu strategis menjelang Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO yang dijadwalkan berlangsung di Yaoundé, Kamerun, pada Maret 2026. Indonesia menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi aktif dalam pembahasan topik-topik utama, antara lain pertanian, subsidi perikanan, bea masuk atas transmisi elektronik (CDET), perdagangan elektronik, serta agenda reformasi kelembagaan WTO.
Mendag Budi juga menyoroti pentingnya reformasi sistem penyelesaian sengketa (dispute settlement reform) agar kembali berfungsi secara penuh dan dapat diakses oleh seluruh anggota. Ia menilai sistem ini merupakan fondasi penting untuk menjaga kredibilitas dan efektivitas WTO di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia.
“Proses reformasi harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, inklusivitas, dan transparansi agar manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh anggota,” tegasnya.
BACA JUGA: Dari Pelepah Sawit dan Daun Pepaya, Mahasiswa USU Ciptakan Styrofoam Ramah Lingkungan
Lebih lanjut, Mendag Budi menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam setiap proses dialog dan reformasi WTO. Ia menilai bahwa perdagangan multilateral yang kuat dan berbasis aturan menjadi pilar penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi global yang adil dan berkelanjutan.
“Indonesia percaya bahwa sistem perdagangan multilateral yang inklusif dan berbasis aturan adalah kunci untuk memperkuat stabilitas ekonomi dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, Dirjen Ngozi mengapresiasi sikap konsisten Indonesia dalam mendukung proses pengambilan keputusan berbasis konsensus di WTO. Ia menyebut, pendekatan tersebut sangat penting untuk menghadapi tantangan baru, terutama meningkatnya hambatan prosedural (procedural blockages) dalam berbagai perundingan di WTO menjelang KTM ke-14.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit di Subulussalam Tembus di Atas Rp3.000 per Kilogram
Pertemuan ini menjadi bagian dari diplomasi perdagangan Indonesia untuk memperkuat posisinya di forum global sekaligus memastikan kepentingan negara berkembang tetap terakomodasi dalam sistem perdagangan dunia. (T2)
