InfoSAWIT, NEW DELHI — Impor minyak nabati India melonjak tajam sebesar 51% menjadi 1,639 juta ton pada September 2025, dibandingkan 1,087 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama dipicu oleh melonjaknya pengiriman minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), sementara impor minyak olahan turun menjadi nol untuk pertama kalinya sejak 2021.
Data tersebut disampaikan oleh Solvent Extractors Association of India (SEA), yang menyebutkan bahwa lonjakan terjadi setelah pemerintah India memperlebar selisih bea masuk antara CPO dan minyak sawit olahan jenis RBD Palmolein dari 8,25% menjadi 19,25%, berlaku mulai 31 Mei 2025.
Kebijakan ini membuat impor minyak olahan menjadi tidak ekonomis dan mendorong industri domestik untuk meningkatkan kapasitas penyulingan minyak mentah di dalam negeri.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (21/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
“Keputusan pemerintah memperlebar selisih bea masuk merupakan langkah berani dan tepat waktu,” kata SEA dalam pernyataannya dilansir InfoSAWIT dari India Times, Rabu (22/10/2025). “Kebijakan ini berhasil menekan impor minyak sawit olahan dan menghidupkan kembali sektor penyulingan domestik.”
Menurut data SEA, tidak ada impor RBD Palmolein pada September 2025, turun drastis dari 84.279 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total impor minyak nabati terdiri atas 1,604 juta ton minyak konsumsi (edible oils) dan 35.100 ton minyak non-edible.
Dari sisi jenis, impor CPO hampir dua kali lipat menjadi 824.000 ton dibanding 432.000 ton pada September 2024. Impor minyak bunga matahari mentah naik menjadi 272.000 ton dari 152.000 ton, sementara minyak kedelai mentah meningkat menjadi 503.000 ton dari 384.000 ton. Sebaliknya, impor Crude Palm Kernel Oil (CPKO) menurun menjadi 4.255 ton dari 10.525 ton.
BACA JUGA: KPBN Gelar Lelang Komoditas Kopi, Catat Transaksi Rp 1,34 Miliar
SEA juga melaporkan bahwa stok minyak makan di berbagai pelabuhan mencapai 2 juta ton per 1 Oktober 2025, meningkat dari bulan sebelumnya akibat derasnya arus impor selama empat bulan terakhir.
Sebagai informasi, India merupakan pengimpor minyak nabati terbesar di dunia. Negara ini mendapatkan pasokan minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, minyak kedelai dari Argentina, Brasil, dan Rusia, serta minyak bunga matahari dari Rusia dan Ukraina.
Kebijakan terbaru pemerintah India dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat industri pengolahan minyak domestik, mengurangi ketergantungan pada produk olahan impor, serta menstabilkan pasokan minyak makan di tengah fluktuasi harga global. (T2)
