Di sisi hilir, produksi CPO meningkat 2,2% menjadi 240.282 ton, sedangkan produksi PK dan CPKO tumbuh masing-masing 2,9% dan 265,8% yoy. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya volume TBS yang diolah di pabrik-pabrik milik TLDN.
Wishnu menambahkan, peningkatan kinerja operasional tersebut merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik, mulai dari aplikasi pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, hingga pemanfaatan teknologi berbasis data dan Internet of Things (IoT).
Melalui platform internal Teladan Productivity Technology Science (TPTS), TLDN dapat memantau indeks kesehatan tanaman secara real time untuk menjaga produktivitas kebun.
BACA JUGA: GAPKI Fokus pada Efisiensi dan Inovasi Teknologi, Produksi Sawit Nasional Naik 13%
“Meningkatnya kinerja operasional merupakan hasil dari konsistensi kami dalam menjaga efisiensi dan menerapkan praktik terbaik di lapangan,” ujar Wishnu.
Dengan momentum positif ini, TLDN optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir tahun 2025, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kelapa sawit nasional. (T2)
