Untuk memperluas pasar, RSPO akan memperkuat visibilitas dan nilai produksi petani kecil di pasar dunia, termasuk memperdalam kemitraan di Tiongkok, Afrika, Timur Tengah, dan Jepang, di mana pengakuan terhadap sertifikasi RSPO sudah tinggi namun masih berpotensi tumbuh lebih besar.
Selain itu, RSPO juga akan menunjuk key account managers untuk melayani kelompok anggota terbesar, serta merancang ulang sistem keanggotaan agar lebih efisien dan bernilai tambah. “Kami tahu bahwa pertumbuhan anggota harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Kami ingin memastikan setiap anggota merasa mendapatkan dukungan yang pantas,” tegasnya.
Dari sisi internal, RSPO akan meninjau ulang model bisnis dan efektivitas operasional, memanfaatkan kemampuan digital untuk memangkas waktu transaksi dan memperkuat pemanfaatan talenta internal. Sebagai bagian dari reformasi ini, RSPO akan menunjuk Chief Innovation and Operations Officer dalam waktu dekat untuk mempercepat transformasi organisasi.
“Perubahan ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang cara baru bekerja bersama. Kami mendengar masukan Anda, dan kami berkomitmen memperkuat kemitraan yang telah kita bangun,” pungkas D’Cruz.
Melalui langkah-langkah tersebut, RSPO berharap dapat membawa industri sawit berkelanjutan menuju fase yang lebih transparan, inklusif, dan berdampak nyata bagi manusia serta lingkungan. (T2)
