Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi industri sawit sebagai sumber nilai tambah nasional. “Kita tidak boleh berhenti pada ekspor bahan mentah. Melalui inovasi, kita bisa menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat industri dalam negeri,” katanya, mencontohkan kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan industri pertahanan yang telah memanfaatkan bahan baku sawit untuk produksi dalam negeri.
Di akhir pidatonya, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para sponsor, dan seluruh pemangku kepentingan industri sawit atas kontribusinya dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor ini.
“Saya secara resmi membuka Indonesian Palm Oil Conference 2025 and Price Outlook 2026. Semoga konferensi ini menjadi ruang produktif bagi lahirnya ide, kemitraan, dan inovasi baru menuju masa depan sawit yang lebih berkelanjutan,” ujarnya menutup pidato dengan tepuk tangan meriah dari peserta. (T2)
