InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Dewan Negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) menggelar Senior Officials Meeting (SOM) ke-30 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (16 Desember 2025). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perladangan dan Komoditas Malaysia, YBhg. Dato’ Yusron Syah bin Mohd Yusof, serta dihadiri perwakilan negara anggota dan negara pengamat.
Pertemuan ini mempertemukan delegasi dari negara anggota CPOPC, yakni Indonesia, Malaysia, Honduras, Papua Nugini, dan Republik Demokratik Kongo, serta negara pengamat Kolombia, Ghana, dan Nigeria. Para peserta membahas perkembangan terbaru dan mengevaluasi capaian pada berbagai bidang kerja utama CPOPC.
Dalam sambutan pembukaannya, Dato’ Yusron menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan arah strategis kerja sama antarnegara produsen minyak sawit. Menurutnya, kolaborasi yang kuat dan berorientasi solusi diperlukan agar minyak sawit terus diakui kontribusinya terhadap ketahanan pangan global, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA: Harga Sawit Turun di Bawah RM4.000 per Ton, Tertekan Ekspor Lemah dan Pelemahan Minyak Kedelai
“Kerja sama kita harus tetap kokoh, strategis, dan fokus pada solusi agar peran penting minyak sawit bagi dunia dapat terus diperkuat,” ujar Dato’ Yusron, dilansir InfoSAWIT dari CPOPC, Jumat (19/12/2025).
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya adalah upaya memperluas keanggotaan CPOPC guna memperkuat posisi dan suara kolektif negara produsen di tingkat global, serta percepatan implementasi Peta Jalan Strategis CPOPC untuk mewujudkan sektor sawit yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Selain itu, para pejabat senior juga menyoroti pentingnya penguatan advokasi dan keterlibatan aktif di pasar-pasar konsumen utama. Tantangan implementasi regulasi Uni Eropa terkait deforestasi (European Union Deforestation Regulation/EUDR), khususnya yang berdampak pada petani kecil, turut menjadi perhatian utama dalam diskusi.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 17-23 Desember 2025 Turun Rp 13,58 per Kg
CPOPC juga menekankan perlunya meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam sektor kelapa sawit sebagai bagian dari upaya menyiapkan kepemimpinan masa depan yang adaptif dan berwawasan keberlanjutan.
Pertemuan SOM ke-30 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mendorong kerja sama yang lebih praktis, pertumbuhan berkelanjutan, serta keterlibatan global yang konstruktif. Komitmen tersebut menegaskan kembali mandat CPOPC dalam mendukung negara anggotanya sekaligus mendorong dialog yang lebih seimbang dan berbasis fakta mengenai industri minyak sawit di tingkat internasional. (T2)
