InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akan bergerak terbatas pada Januari mendatang, meskipun permintaan diperkirakan meningkat secara musiman. Pasokan yang melimpah serta dampak lanjutan dari melemahnya harga minyak mentah global dinilai membatasi peluang pemulihan harga.
Dalam pernyataannya pada Jumat (19/12), MPOC menyebutkan harga CPO diperkirakan berada pada kisaran RM3.800 hingga RM4.100 per ton sepanjang Januari 2026. Saat ini, harga CPO diperdagangkan di level sedikit di bawah RM4.000 per ton.
MPOC mencatat stok minyak sawit Malaysia pada November mencapai 2,83 juta ton, level tertinggi dalam lebih dari enam tahun terakhir. Meski demikian, MPOC menilai kondisi tersebut tidak serta-merta menimbulkan kekhawatiran kelebihan pasokan, mengingat adanya perbedaan posisi stok dengan produsen utama lainnya, terutama Indonesia.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Jumat (19/12), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
“Harga minyak sawit juga tertekan oleh sentimen global yang lebih lemah, diperburuk dengan meningkatnya persediaan di Malaysia,” ujar MPOC dalam keterangannya dikutip InfoSAWIT dari The Edge Market, Sabtu (20/12/2025).
Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru meningkatkan daya saing harga minyak sawit dibandingkan minyak kedelai dan minyak nabati pesaing lainnya. MPOC menilai situasi ini berpotensi mendorong peningkatan permintaan global dalam waktu dekat.
Untuk pasar konsumen utama, MPOC memperkirakan impor India dapat mengalami perbaikan pada kuartal pertama 2026, seiring meningkatnya permintaan selama musim pernikahan. Selain itu, kuartal pertama juga secara historis merupakan periode terendah produksi, sementara permintaan global diperkirakan menguat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadhan.
BACA JUGA: GAPKI: Produksi dan Ekspor Sawit Melonjak di Oktober 2025, Biodiesel Jadi Penopang Utama
Sementara itu, MPOC menambahkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia pada November mengalami pelemahan, seiring keputusan Uni Eropa menunda penerapan Regulasi Deforestasi selama 12 bulan. Penundaan tersebut mengurangi tekanan bagi importir Eropa untuk membangun stok antisipatif dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi faktor pasokan, permintaan musiman, serta dinamika pasar global, MPOC menilai pergerakan harga CPO pada awal tahun depan cenderung stabil dengan ruang kenaikan yang terbatas. (T2)
