InfoSAWIT, JAKARTA – Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit 2026 segera hadir dan kembali membuka peluang bagi pekebun, keluarga pekebun, karyawan/pekerja perkebunan, pengurus kelembagaan dan asosiasi pekebun sawit, serta aparatur sipil negara (ASN) dan penyuluh di sektor kelapa sawit.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul dan profesional di sektor perkebunan kelapa sawit. Calon peserta diimbau untuk menyiapkan diri dan memantau informasi resmi melalui laman Direktorat Jenderal Perkebunan (https://ditjenbun.pertanian.go.id/) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di https://www.bpdp.or.id/.
Merujuk informasi yang diperoleh InfoSAWIT dari BPDP, Senin (2/3/2026), sejak pertama kali diluncurkan pada 2016, program beasiswa sawit telah menjangkau 9.265 penerima manfaat dengan total realisasi anggaran mencapai Rp938 miliar. Angka tersebut mencerminkan konsistensi dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan nasional.
BACA JUGA: Saham Emiten Sawit Menguat, TAPG Pimpin Kenaikan 6,33%
Pada 2025, BPDP menyalurkan beasiswa kepada 4.000 penerima baru untuk jenjang pendidikan D1 hingga S1. Program tersebut tersebar di 71 program studi dan bekerja sama dengan 41 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Prioritas penerima tetap diberikan kepada anak pekebun, pekerja perkebunan, penyuluh, serta ASN yang bertugas di sektor sawit. Diharapkan, lulusan program ini tidak hanya terserap di industri besar, tetapi juga kembali ke daerah asal untuk memperkuat perkebunan rakyat dan mendorong peningkatan produktivitas.
Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP kini tidak hanya mengelola dana perkebunan kelapa sawit, tetapi juga komoditas kelapa dan kakao. Dengan mandat baru tersebut, program beasiswa serta peningkatan kapasitas SDM diproyeksikan akan diperluas mencakup dua komoditas unggulan tersebut.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Maret 2026 Menguat ke US$ 938,87/MT, Bea Keluar Dipatok US$ 124 per MT
BPDP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi generasi muda perkebunan. Dengan penguatan SDM yang berkelanjutan, pengembangan industri perkebunan nasional diharapkan tidak hanya bertumpu pada sawit, tetapi juga semakin kokoh melalui kontribusi kelapa dan kakao. (T2)
