“Kita harus komunikasikan ini dengan baik. Jangan sampai petani yang sudah lama berusaha justru berada dalam posisi tidak pasti. Negara harus hadir memberi kepastian,” ujarnya.
Rino juga menyinggung pentingnya peran satuan tugas (Satgas) dan lembaga koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan berbagai persoalan struktural di sektor sawit. Menurutnya, pembentukan lembaga atau mekanisme khusus diperlukan agar penyelesaian masalah tidak berjalan parsial.
“Kalau kita ingin industri ini kuat dan berkelanjutan, koordinasi harus solid. Data harus rapi, regulasi harus jelas, dan petani harus dilibatkan sebagai subjek utama,” katanya.
BACA JUGA: Bengkulu Targetkan Replanting Sawit 3.500 Hektare pada 2026, Fokus Dongkrak Produktivitas Petani
Apkasindo berharap, dengan penguatan data tunggal, kepastian hukum, dan peningkatan kapasitas petani, industri kelapa sawit nasional dapat semakin kokoh menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di dalam negeri. (T2)
