Proyeksi Harga Tetap Kuat di Tengah Volatilitas
Meski menghadapi tekanan biaya, mayoritas analis masih memproyeksikan harga CPO tetap kuat sepanjang 2026, dengan kisaran rata-rata antara RM4.100 hingga RM4.300 per ton.
Hong Leong Investment Bank mempertahankan proyeksi di level RM4.200 per ton, sementara RHB Research memperkirakan RM4.250 per ton dan Apex Securities sekitar RM4.300 per ton sebelum kembali normal di level RM4.200.
Phillip Capital bahkan melihat potensi kenaikan hingga RM4.500 per ton, didukung oleh siklus produksi rendah, permintaan musiman, serta daya saing harga sawit di tengah risiko geopolitik.
BACA JUGA: IPB Kembangkan Teknologi EC+ untuk Olah Limbah Cair PKS, Dorong Industri Sawit Lebih Berkelanjutan
Sementara itu, Maybank Investment Bank memproyeksikan harga rata-rata CPO sebesar RM4.100 per ton, dengan potensi kenaikan jika harga minyak mentah bertahan di atas US$100 per barel dan Indonesia merealisasikan program biodiesel B50.
Di sisi fundamental, data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok minyak sawit Malaysia turun 3,9% pada Februari menjadi 2,7 juta ton—level terendah sejak Oktober.
Penurunan ini dipicu oleh turunnya produksi sebesar 18,6% menjadi 1,28 juta ton, serta penurunan ekspor sebesar 22,5% menjadi 1,13 juta ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Mei tercatat berada di level RM4.453 per ton pada perdagangan tengah hari di Bursa Malaysia Derivatives. (T2)
