Sebagai tuan rumah kegiatan, General Manager PT Socfin Indonesia, Erikson Ginting, menyebut pelepasan SDG asal Tanzania berpotensi menjadi pendorong baru bagi lahirnya varietas sawit yang lebih kompetitif.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran GAPKI, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Karantina Indonesia, Duta Besar Tanzania untuk Indonesia Macocha Moshe Tembele, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.
Melalui pengayaan plasma nutfah ini, Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat basis genetik tanaman sawit nasional, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai pemimpin global industri kelapa sawit yang bertumpu pada inovasi, produktivitas, dan keberlanjutan. (T2)
