Jika kondisi cuaca pada semester kedua lebih kering dari perkiraan, tekanan terhadap produktivitas TBS akibat stres kekeringan diperkirakan akan semakin besar. Normalisasi tingkat ekstraksi minyak juga berpotensi memperdalam penurunan produksi CPO secara keseluruhan.
Permintaan Biodiesel Jadi Penopang Pasar
Di tengah berbagai risiko tersebut, CGS International tetap mempertahankan rekomendasi “Overweight” untuk sektor perkebunan Malaysia. Lembaga riset itu menilai prospek permintaan minyak sawit masih didukung oleh kebijakan mandatori biodiesel di Malaysia dan Indonesia serta daya saing harga minyak sawit dibandingkan minyak kedelai.
Menurut CGS International, potensi keterbatasan pasokan pada paruh kedua 2026 hingga 2027, terutama dari Indonesia, dapat menciptakan lingkungan harga yang lebih menguntungkan bagi produsen sawit Malaysia.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 17-23 Juni 2026 Naik Rp21,39 per Kg
Lembaga tersebut juga menyoroti beberapa emiten perkebunan yang dinilai memiliki posisi relatif lebih baik dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem, terutama perusahaan yang mampu mempertahankan harga jual CPO lebih tinggi serta memiliki karakteristik kebun yang dinilai lebih tahan terhadap kondisi kering berkepanjangan. (T2)
