Menurutnya, perempuan NTT telah menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, stunting, hingga kekerasan dalam rumah tangga, namun tetap mampu menghasilkan karya-karya bernilai tinggi.
Sementara itu, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menegaskan bahwa kehadiran para diplomat dalam acara tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan dukungan internasional bagi masyarakat desa di NTT.
“Kehadiran para duta besar ini menjadi upaya membuka peluang yang lebih luas agar karya-karya para mama dapat dikenal dan menjangkau pasar internasional,” ujarnya.
BACA JUGA: IESR Ingatkan Risiko Fiskal di Balik Ambisi B50, Harga Jadi Kunci Keberhasilan Program
Pameran Weaving Wonders dan Forum Kunstkring Dialogue merupakan hasil kolaborasi Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Penabulu Oxfam, dan Yayasan Uma Nusantara yang selama ini aktif mendampingi masyarakat pedesaan di NTT melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan. (T2)
