Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa akan memperoleh kesempatan menjalani program magang di sejumlah perusahaan yang menjadi mitra strategis INSTIPER Yogyakarta.
Program tersebut diharapkan mampu menjembatani kebutuhan antara teori yang diperoleh di kampus dengan kondisi nyata di dunia industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik dan siap menghadapi kebutuhan tenaga kerja sektor perkebunan yang terus berkembang.
Pada akhir masa pendidikan, mahasiswa juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki di bidang perkebunan.
BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Menguat di Semester II 2026, Risiko Pasokan Dorong Saham Sawit
Kerja sama antara BPDP, YPKPY, INSTIPER Yogyakarta, dan AKPY menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi SDM perkebunan Indonesia. Melalui pendidikan, pelatihan praktis, pengalaman industri, hingga sertifikasi kompetensi, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru tenaga profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Bagi INSTIPER Yogyakarta dan AKPY, kepercayaan dalam penyelenggaraan Beasiswa SDM Perkebunan 2026 sekaligus memperkuat peran kedua institusi tersebut sebagai salah satu pusat pendidikan yang fokus menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung keberlanjutan dan kemajuan sektor perkebunan Indonesia. (T2)
