Ia menilai USU memiliki alasan kuat untuk mengambil posisi tersebut, mengingat Sumatera Utara memiliki sejarah penting dalam perkembangan perkebunan kelapa sawit Indonesia.
“Saya pikir sangat layak USU menjadi perguruan tinggi yang memfokuskan diri pada pengkajian secara ilmiah tentang kelapa sawit, mengingat perkebunan kelapa sawit pertama kali di Indonesia ini ada di Sumatra Utara. Selain itu, di USU juga banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu,” kata Seger yang turut menjadi pembicara dalam Diskusi Uji Publik RSI dan USU.
Menurut Seger, keberadaan ahli dari berbagai disiplin ilmu di USU menjadi modal penting untuk membangun kajian sawit yang tidak hanya melihat aspek perkebunan, tetapi juga ekonomi, sosial, hukum, teknologi, hingga kebijakan.
BACA JUGA: PTPN IV PalmCo Perkuat Kemitraan Petani Sawit, Dorong Percepatan PSR dan Produktivitas
Seger juga menekankan pentingnya posisi petani dalam menentukan masa depan industri sawit Indonesia. Karena itu, penguatan kelembagaan petani harus berjalan beriringan dengan pembenahan pola kemitraan antara petani dan perusahaan perkebunan.
Selain itu, peningkatan produktivitas melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dinilai perlu menjadi prioritas. (T2)
