Cargill menampilkan solusi pati termodifikasi melalui sejumlah aplikasi, termasuk produk keju, roti dan biskuit, serta saus.
Bergantung pada kebutuhan formulasi, solusi tersebut dapat digunakan untuk mendukung karakteristik seperti kelembutan, kerenyahan, sensasi juicy dan creamy, tekstur, serta sensasi di mulut. Bahan tersebut juga dapat berperan dalam fungsi pengentalan, stabilisasi, dan emulsifikasi.
Kakao dan Cokelat untuk Pengembangan Cita Rasa
Pada platform kakao dan cokelat, konsumen Indonesia paling sering menghubungkan bahan tersebut dengan produk kembang gula cokelat, roti dan biskuit, makanan penutup dan es krim, serta produk susu.
Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara asal kakao yang banyak dipilih konsumen untuk produk cokelat. Preferensi terhadap asal bahan tersebut menjadi salah satu konteks bagi Cargill dalam menampilkan bahan kakao di Fi Asia.
Cargill sendiri memiliki fasilitas pengolahan kakao di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas tersebut memproduksi bubuk kakao, kakao massa, dan lemak kakao.
Melalui Cocoa Development Centre, pelanggan juga dapat mengeksplorasi formulasi dengan karakter cita rasa, warna, serta profil sensori yang berbeda.
BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Tetap Kuat, Risiko El Niño Jadi Penopang hingga 2027
Lemak dan Minyak Nabati dalam Produk Pangan
Sementara pada kategori lemak dan minyak, konsumen Indonesia telah cukup mengenal minyak sawit, minyak kedelai, minyak bunga matahari, serta minyak kelapa.
Dalam studi tersebut, minyak nabati tersebut paling sering dikaitkan dengan bahan untuk memasak. Konsumen juga menghubungkannya dengan makanan siap saji serta makanan ringan gurih.
Bagi industri pangan, lemak dan minyak tidak hanya berfungsi sebagai bahan dasar. Komponen tersebut juga dapat berperan dalam membentuk struktur, tekstur, serta sensasi di mulut pada produk akhir.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-September 2026 Cenderung Stagnan
Untuk melayani kebutuhan produsen di Indonesia dan kawasan, Cargill mengandalkan fasilitas produksi serta jaringan rantai pasok regional. Kemampuan tersebut didukung Lipid R&D Center di Port Klang, Malaysia, serta Food Innovation Center di Singapura.
Melalui keikutsertaannya di Fi Asia 2026, Cargill menempatkan wawasan konsumen sebagai salah satu konteks dalam pengembangan bahan dan formulasi pangan. Perubahan preferensi terhadap kesehatan, transparansi bahan, keberlanjutan, rasa, dan tekstur menjadi sejumlah aspek yang terus diperhatikan dalam pengembangan produk makanan dan minuman di pasar Indonesia. (T2)
