Pemanen Mulai Sering Absen? Perusahaan Sawit Perlu Deteksi Dini Sebelum Terlambat

oleh -267 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi kegiatan panen TBS Sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pergantian tenaga pemanen di perkebunan kelapa sawit dinilai tidak selalu terjadi secara tiba-tiba. Penurunan kehadiran, produktivitas yang merosot, hingga munculnya keluhan dapat menjadi sinyal awal yang perlu segera ditangani perusahaan.

Harry Agug Pratama, Dept Head of HR Business Partner & Organisation Development PT Pasifik Agro Sentosa, mengungkapkan perusahaan mengembangkan sistem pemantauan sebagai bagian dari upaya mempertahankan pemanen.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam IPS Planter Talks 2026 Series 1 bertajuk “Darurat SDM Sawit”, yang dihadiri InfoSAWIT, Sabtu (19/9/2026).

BACA JUGA: 90 Hari Pertama Jadi Masa Kritis Perekrutan Pemanen Sawit, Perusahaan Diminta Hadir Sejak Hari Pertama

Harry menjelaskan, perusahaan tidak hanya berupaya mencari tenaga panen baru ketika terjadi kekurangan. Pekerja yang sudah berada di dalam perusahaan juga perlu dipantau untuk mengetahui lebih awal apabila mulai menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan perusahaan.

Salah satu indikator yang diperhatikan adalah tingkat kehadiran. Ketika seorang pemanen mulai sering tidak masuk, terutama jika frekuensinya meningkat dalam satu bulan, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian.

Indikator lainnya adalah penurunan produktivitas, munculnya keluhan, maupun konflik yang dialami pekerja. Jika sejumlah tanda tersebut muncul secara bersamaan, perusahaan dapat memasukkannya sebagai indikator merah untuk kemudian ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Transparansi Upah Jadi Kunci Menahan Pemanen Sawit agar Tidak Pindah Perusahaan

Menurut Harry, semakin cepat perusahaan mengenali perubahan perilaku dan kondisi pekerja, semakin besar peluang untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi.

Pendekatan tersebut penting karena kekurangan pemanen dapat langsung memengaruhi kegiatan panen. Buah yang harus dipanen tetap tersedia setiap hari, sementara absennya tenaga kerja dalam jumlah besar dapat mengganggu rotasi panen dan pada akhirnya berdampak terhadap produksi serta pendapatan perusahaan.

Karena itu, mempertahankan pekerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi operasional perkebunan.

BACA JUGA: RUU Reforma Agraria Dibahas DPR, Sawit Watch Soroti Perlindungan Buruh dan Konflik Lahan Sawit

Harry mengatakan perusahaan juga berupaya menggali alasan pekerja bertahan maupun meninggalkan perusahaan melalui asesmen dan wawancara. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengevaluasi kebijakan terkait pendapatan, kepemimpinan, fasilitas, lingkungan kerja, serta kebutuhan keluarga.

Pendekatan berbasis deteksi dini tersebut menempatkan pengelolaan SDM bukan sekadar sebagai fungsi administratif, melainkan sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan produksi kelapa sawit. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com