Konsumen Lagos Andalkan Rasa dan Warna untuk Kenali Dugaan Pemalsuan Minyak Sawit

oleh -511 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Kekhawatiran terhadap kualitas minyak sawit mendorong sebagian konsumen dan pedagang di Lagos, Nigeria, semakin mengandalkan rasa, warna, aroma, serta tekstur untuk mengenali produk.

“Minyak sawit dari desa secara alami berwarna merah dan tidak dicampur apa pun,” katanya.

Ia mengaku biasanya mengenali minyak sawit melalui tiga hal, yakni rasa, endapan, dan warna. Menurutnya, produk yang telah dicampur dapat membentuk gumpalan di bagian bawah wadah, sedangkan minyak asli tetap memiliki endapan tanpa mengalami perubahan warna.

Ebube meminta otoritas terkait menyelidiki persoalan tersebut. Menurut dia, penggunaan bahan pewarna dapat membuat minyak yang diduga telah dicampur tampak serupa dengan minyak sawit asli sehingga menyulitkan konsumen.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Rp36,41 per Kg, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.912,29

Ia juga meminta pihak yang mencampur minyak sawit dengan bahan pewarna menghentikan praktik tersebut karena adanya kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan.

 

Otoritas Pangan Diminta Waspada

Persoalan kualitas minyak sawit tersebut turut menjadi perhatian Lagos State Consumer Protection Agency. Lembaga tersebut memperingatkan konsumen agar lebih berhati-hati ketika membeli minyak sawit.

Peringatan itu disampaikan setelah adanya presentasi teknis dalam Lagos State Food Safety Conference and Exhibition 2026.

BACA JUGA: India Pangkas Bea Masuk Minyak Nabati, Industri Makanan Berpotensi Tekan Biaya 

Menurut laporan NAN, lembaga perlindungan konsumen tersebut menyoroti semakin kompleksnya dugaan praktik pemalsuan minyak sawit dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas dan keaslian minyak sawit menjadi perhatian penting di pasar konsumen Nigeria. Namun, berbagai ciri yang disampaikan konsumen seperti rasa, warna, aroma, tekstur, dan endapan merupakan pengalaman mereka dalam mengenali produk dan bukan, dengan sendirinya, merupakan metode pengujian laboratorium untuk memastikan adanya adulterasi.

Karena itu, dugaan pencampuran minyak sawit dengan bahan tertentu tetap membutuhkan pemeriksaan dan verifikasi dari otoritas berwenang untuk memastikan jenis bahan yang digunakan serta potensi dampaknya terhadap keamanan pangan. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com