InfoSAWIT, JAKARTA – Situasi geopolitik di Uni Eropa bakal menjadi bahasan pada acara Konferensi Dan Ekhibisi Minyak Sawit IPOC 2022 and 2023 Price Outlook hari pertama konferensi. Hadir sebagai pembicara pada sesi hari pertama antara lain Andri Hadi (Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa), Prof Pietro Paganini (John Cabot University, Roma), dan Khor Yu Leng (ekonom Singapura).
Pada sesi hari kedua IPOC, para pakar komoditas global seperti James Fry (LMC International) dan Thomas Mielke (Oil World) akan mengulas faktor-faktor yang akan mempengaruhi supply and demand dalam pasar minyak nabati dunia. Selain James Fry and Thomas Mielke, pakar komoditas yang juga akan menyampaikan analisisnya antara lain Nagaraj Meda (TransGraph) dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd).
Diungkapkan Chairperson IPOC 2022, Mona Surya, IPOC 2022 yang akan digelar pada 2-4 November 2022 di Bali, rencana dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menyampaikan keynote speech.
“Selain isu-isu global, IPOC juga akan mendiskusikan dinamika sektor kelapa sawit Indonesia sepanjang tahun 2022. Tentu saja kebijakan minyak sawit dalam negeri ini juga akan berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran minyak sawit dalam pasar minyak nabati global,” kata Mona dalam keterangan persnya, diterima InfoSAWIT, Kamis (27 Oktober 2022).
Selain konferensi dan ekshibisi, IPOC juga dimeriahkan dengan berbagai acara lain seperti turnamen golf dan networking night sebagai sarana ramah tamah antar peserta konferensi. (T2)
