Tatkala Anak Buruh Sawit Memburu Ilmu

oleh -3.939 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi anak sekolah di perkebunan kelapa sawit

InfoSAWIT, KOTAWARINGIN BARAT – Di daerah remote atau terpencil memang terkadang minim akan sarana pendidikan, bila ada pun mesti menempuh jalan yang sukar dan membutuhkan waktu cukup lama. Namun upaya menyediakan sekolah bagi anak didik telah menjadi komitmen sebagian besar pelaku perkebunan kelapa sawit.

Misalnya saja yang dilakukan perusahaan perkebunan kelapa Best Agro International, yang membangun sekolah di Desa Gandis, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

Sekolah Dasar 015 Best Agro tersebut menjadi harapan banyak anak-anak yang haus ilmu sekaligus menjadi upaya  meningkatkan taraf tingkat pendidikan masyarakat sekitar. Dilansir InfoSAWIT dari lembaga non profit Desamind, SD swasta di bawah naungan perusahaan kelapa sawit Best Agro International ini secara keseluruhan diisi siswa dari anak buruh sawit yang mengadu nasib atau perantauan dari desa-desa di luar Pulau Kalimantan. Merujuk informasi dari pihak sekolah, kebanyak orang tua anak didii itu sebanyak 65% dari Jawa, 10% dari Kalimantan dan 25% kumpulan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dengan total siswa mencapai 157. “Tidak heran jika dalam satu kelas berisikan siswa berasal dari Banjarnegara, Wonosobo, Cilacap, Jombang, Kupang, Bima dan wilayah lainnya,” demikian catat Desamind disitat InfoSAWIT dalam laman resminya.

BACA JUGA: KAL Laksanakan Apel Gabungan Bersiap Tanggulangi Karhutla

Rupanya para siswa itu mesti berjuang keras guna memperoleh akses pendidikan dan usahanya bisa berkali-kali lipat lebih sulit dibandingkan yang berada di daerah dengan akses dan fasilitas yang tercukupi.

Kendati sudah ada fasilitas transportasi berupa bus penjemputan yang disediakan perusahaan, jarak yang cukup jauh, bahkan mesti melewati perkebunan kelapa sawit yang terkadang terhalang jalanan lumpur, sering kali menjadi penghambat menuju sekolah. Sejak pukul 5 pagi, mereka harus siap untuk dijemput. Jadi, bukan sesuatu yang aneh jika banyak ditemui siswa dengan muka kusam dan belum mandi, bahkan tidak sempat cuci muka, masih memakai pakaian bebas, dan tergesa-gesa serta salah memakai seragam karena listrik sudah padam. Aliran listrik sendiri hanya ada di jam 6 sore hingga 10 malam.

Hal yang juga sering dijumpai adalah ketika sekolah sepi karena mereka tidak masuk. Bukan karena malas, melainkan hujan membuat jalanan tidak bisa dilalui atau secara tiba-tiba bus mogok. Akses menuju sekolah memang hanya bisa mereka tempuh dengan mengandalkan jemputan.

BACA JUGA: Harga Minyakita Ditemukan Melebihi HET, Kemendag Lakukan Koordinasi Dengan Pemda

Membutuhkan waktu yang lama jika berjalan kaki karena dengan bus saja, waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam. Tidak mungkin juga diantar dengan sepeda motor. Orangtua mereka dari pagi sampai sore sudah meninggalkan rumah untuk bekerja mengurus sawit. Pembelajaran model jarak jauh pun tidak menjadi solusi. Lokasi di tengah perkebunan kelapa sawit membuat keberadaan sinyal internet sangat minim sekali.

Walau menghadapi kondisi tersebut, semangat mereka dalam mendapatkan pendidikan tidak pudar. Bahkan dijadikan penyemangat untuk selalu berusaha menggapai impian. Prestasi-prestasi yang diperoleh tidak kalah dengan SD yang lain, bahkan lebih unggul. Seringkali mereka memenangkan perlombaan di kecamatan dan mewakili lomba di tingkat kabupaten bahkan pernah ada yang sampai ke tingkat nasional.

BACA JUGA: DPR RI dan Perwakilan Parlemen Uni Eropa Bahas Isu Sawit

“Problematika yang dihadapi oleh anak-anak buruh sawit membuktikan bahwa di mana pun keberadaannya, pendidikan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan. Tanah rantau yang serba terbatas tidak menjadi sebuah hambatan bahkan dijadikan motivasi untuk melampaui batas,” catat Desamind. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com