Sawit Bisa untuk Industri Polimer Lebih Ramah Lingkungan

oleh -5.763 Kali Dibaca
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, SERPONG –  Belum lama ini Plt.Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Haryono, dilantik sebagai Profesor Riset ke-627 pada acara Pengukuhan Profesor Riset, akhir Desember 2021.

Peneliti bidang kepakaran Kimia Makromolekul ini dilantik bersama ketiga peneliti lainnya, yakni Irtanto dari Balitbangda Provinsi Jawa Timur, Siswanto dari Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Humaniora, dan Muhammad Rokhis Khomaruddin dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa.

Dalam naskah orasinya yang berjudul “Modifikasi Struktur Makromolekul untuk Optimalisasi Sifat Mekanik dan Termal pada Kemasan Ramah Lingkungan Berbasis Bioplasticizer Turunan Kelapa Sawit”, Agus Haryono memaparkan tentang pemanfaatan dan pengembangan material polimer yang berbasis pada penggunaan sumber daya alam terbarukan dan ramah lingkungan. Yaitu untuk diaplikasikan sebagai bahan baku industri polimer.

BACA JUGA:PT PAL Bersama Masyarakat Kampung Guiss Gotong Royong Bersihkan Lingkungan 

Latar belakang Agus meneliti topik riset berbasis sawit tersebut adalah karena lingkungan yang sudah darurat limbah plastik. Limbah plastik konvensional yang berasal dari petrokimia sulit terurai, butuh puluhan hingga ratusan tahun. Oleh karena itu diperlukan material yang lebih ramah lingkungan.

“Pemanfaatan material berbasis sawit tersebut dapat mengatasi dua masalah utama, yaitu masalah lingkungan yang berhubungan dengan limbah yang dihasilkan dan mengurangi penggunaan bahan baku (substitusi) yang berasal dari fosil. Kedua masalah tersebut telah mendorong perlunya mencari material alternatif berbasis sumber daya alam terbarukan, ramah lingkungan, dan biodegradable,” terangnya pada laman resmi BRIN.

Agus menjelaskan bahwa salah satu sumber bahan baku biopolimer adalah Crude Palm Oil (CPO) dari tanaman kelapa sawit. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar. Namun, harga CPO di pasaran internasional cenderung turun dari tahun ke tahun. “Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan produk hilir minyak kelapa sawit dalam rangka peningkatan nilai tambah ekonomi,” jelasnya.

BACA JUGA: Memilih Pupuk yang Tepat Supaya Produksi Sawit Meningkat

Dengan melakukan modifikasi stuktur kimia ke dalam stuktur senyawa makromolekul, dapat meningkatkan potensi pemanfaatan berbagai komponen minyak sawit menjadi material fungsional, di antaranya kemasan ramah lingkungan yang aman bagi kesehatan. Agus melakukannya melalui modifikasi struktur molekul plasticizer agar mempunyai sifat mekanik dan thermal yang lebih optimal. “Inovasi bioplasticizer yang ramah lingkungan akan ikut membantu industri hilir minyak kelapa sawit,” ungkapnya.

Agus telah mengembangkan senyawa ester sebagai bioplasticizer tidak beracun, yang berasal dari minyak sawit, dilakukan melalui proses esterifikasi. Proses esterifikasi antara alkohol dengan asam lemak sawit dilakukan menggunakan katalis asam, dan menghasilkan bioplasticizer. Optimalisasi kondisi proses dilakukan untuk setiap jenis ester yang disintesis, serta menguji karakteristik masing-masing ester tersebut. Desain bioplasticizer yang dipilih seperti jenis diester plasticizer. “Plasticizer jenis ini dipilih karena struktur kimia dan sifat polaritasnya memiliki kemiripan dengan struktur kimia plasticizer ftalat dan adipat komersial,” terangnya. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com