InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy menyebut, masalah stunting (gizi buruk) dan kemiskinan ekstrem tinggi di wilayahnya. Dia menyebut kedua persoalan ini justru terjadi di wilayah-wilayah sentra perkebunan kelapa sawit.
Lebih lanjut tutur Audy Joinaldy, kondisi ini terjadi lantaran kurangnya keragaman asupan makanan di wilayah-wilayah sentra perkebunan kelapa sawit tersebut. “Makan nasi lauknya mie instan,” katanya dalam acara Roadshow Dialog Penanganan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem secara daring pada Rabu (4/5/2023).
Kabupaten Pasaman Barat menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting yang tinggi yakni mencapai sekitar 35,5%. Kendati angka kemiskinan ekstremnya mengalami penurunan sebesar 0,76%.
BACA JUGA: Di 2023 PTPN V Bakal Siapkan 230 Ribu Bibit Sawit Unggul Untuk Petani
“Strategi yang kita lakukan dengan memastikan apakah pelaksanaan 8 aksi konvergensi tersebut sudah optimal dilakukan pada masing-masing daerah yang masih tinggi angka stuntingnya,” ujarnya. (T2)
