Pemanen
Pemanen ini adalah merupakan karyawan yang paling bawah tetapi mempunyai “nilai” yang paling berharga. Lantaran karyawan inilah yang akan mengevakuasi TBS dari pohon di dalam blok ke Tempat pengumpulan hasil (TPH), yang biasanya terletak di pinggir jalan, sehingga mudah untuk dibawa ke Pabrik dan dilanjutkan diolah menjadi minyak kelapa sawit yang harganya terus semakin meningkat.
Pemanen harus dikelola dengan baik sebagai aset, tetapi harus dibudayakan disiplin sesuai Standar Operasional Produksi (SOP) potong buah sehingga memberikan hasil yang maksimal, diantaranya melalui:
Pusingan panen 7 hari
Pusingan panen ini adalah merupakan ibu dari pekerjaan panen. Karena dari sinilah sumber keberhasilan panen bisa dicapai. Kalau pusingan 7 hari maka produksi akan maksimal bisa diperoleh, karena TBS tidak sempat menjadi busuk yang merupakan looses yang besar.
BACA JUGA: Tra-Kos Solusi Jitu Genjot Produktivitas Aplikasi Jangkos
Untuk itu maka pusingan harus dijaga dengan ketat tetap bisa 7 hari, bila pusingan menjadi lebih dari 7 hari maka kerja minggu harus dilaksanakan dan jika kurang tenaga kerja pemanen, maka tenaga kerja perawatan diwajibkan panen untuk menurunkan pusingan menjadi 7 hari.
Dalam pelaksanaan pusingan 7 hari maka pengawasan ketat asisten dibantu mandor harus dilakukan setiap hari agar pemanen tidak panen buah mentah untuk meningkatkan penghasilan. Guna mencegah hal ini terjadi maka dibuat sistem jika panen buah mentah, pemanen bukan bertambah penghasilan tetapi akan turun karena dikenakan denda yang tinggi terhadap buah mentah yang diperiksa setiap hari oleh krani, mandor panen, mandor 1, asisten, askep dan Estate Manager.
Sapta Disiplin Potong Buah
1. Buah matang panen dipotong seluruhnya.
2. Buah mentah 0 persen.
3. Pelepah Sengkleh tidak ada.
BACA JUGA: Menakar Aspek Non Agronomi dan Agronomi Dalam Mendongkrak Produktivitas Kelapa Sawit
4. Pelepah disusun rapi digawangan mati.
5. Brondola dikutip selurihnya.
6. Buah dan brondolan disusun rapi di TPH.
7. Administrasi diisi dengan teliti dan tepat waktu.
Penulis: Ahmad Hulaimi / Penulis Buku-Praktisi Perkebunna Kelapa Sawit
