Terkait iklim ekstrim, potensi terjadinya kebakaran lahan bisa sampai dua kali lebih tinggi di lahan gambut, karena gambut yang kering akan sangat sensitif dengan percikan api dan aktivitas manusia disekitar perkebunan, adanya kegiatan agronomis juga akan menambah peluang terjadinya kebakaran lahan secara tidak sengaja.
“Untuk itu Saya menyarankan kontrol kebun dilahan gambut supaya lebih serius pada musim atau cuaca ekstrim seperti pada saat ini,” saran Gulat.
Diakui Gulat, saat ini aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar sudah sangat jauh berkurang bahkan sangat kecil kemungkinan dilakukan, hal ini tidak terlepas dari tindakan tegas aparat hukum dan ditegakkannya hukuman pidana serta denda berlipat-ganda.
BACA JUGA: Hadapi Cuaca Ekstrim, Berikut Kegiatan Agronomis Sawit yang Perlu Dihindari
Namun tercatat dibeberapa kejadian Karhutla, bahwa saat ini karhutla justru lebih sering terjadi akibat dari “unsur ketidaksengajaan”, seperti puntung rokok, aktivitas non-agronomis atau peristiwa alam lainnya.
“Jadi selain stop aktifitas agronomis tadi, juga sangat diperlukan antisipasi dari internal pekebun sendiri, baik dengan memasang pengumuman atau patroli terjadwal. Dan untuk hal komunikasi, kami menyarankan supaya Petani sawit melalui kelembagaannya, mencatat nomor HP dari Polsek dan Babinsa, BPBD dan Satgas Karhutla setempat,” urai Gulat, yang juga merupakan Doktor Agro-Ekologi ini. (T2)
