Jika produksi kebun sawit menurun, maka pasokan CPO akan mulai terbatas, seiring permintaan pasar global dan domestik yang juga masih terbatas. Sehingga, bakal terbentuk harga jual CPO baru, yang akan pula menyesuaikan harga jual TBS Sawit hasil panen petani.
Sebab itu, petani kelapa sawit harus melakukan persiapan pula, dengan melakukan efisiensi dalam mengelola kebun sawitnya. Upaya ini perlu dilakukan, supaya ketika hasil panen akibat iklim yang terpengaruh El Nino menurun, maka petani memiliki kesiapan.
Lantaran, jika hasil panen TBS menurun jumlahnya dan hasil jual panen TBS Sawit berharga murah, maka pendapatan petani kelapa sawit juga akan sedikit.
BACA JUGA: Petani Kelapa Sawit Dirugikan, Menko Airlangga Lobi Uni Eropa.
Bagi petani kelapa sawit, InfoSAWIT menyarankan dapat melakukan efisiensi biaya, supaya masih mendapatkan keuntungan. Salah satunya, menggunakan pupuk alami hayati, yang berasal dari bahan baku sekitar kebun sawitnya.
InfoSAWIT juga berharap kondisi ini akan cepat kembali pulih, sehingga ekonomi global termasuk Indonesia akan kembali bertumbuh. (T1)
