Peluncuran buku diadakan di Santika Premiere Dyandra Hotel, Medan, dalam suatu acara yang meriah, yang dihadiri oleh ratusan undangan yang terdiri dari keluarga, handai taulan, sahahat, akademisi, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh sawit, tokoh bisnis, dan tokoh pemerintahan. Kesan kedua, beliau mempunyai pergaulan yang luas.
Achmad Mangga Barani dalam kata sambutan meminta agar semua stakeholder sawit nasional termasuk pemerintah bisa memanfaatkan semua pengalaman dan ilmu dimiliki Derom Bangun agar diaplikasikan demi kejayaan sawit nasional.
Beberapa hari kemudian, beliau menghubungi penulis, waktu wawancara ditentukan tanggal 27 Juni 2023 bertempat di tempat kediaman beliau jalan Mojopahit, Medan. Kesan ketiga, beliau memegang atau setia pada janji.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Naik 59 Persen di Juli 2023, Impor Kedelai Justru Melorot
Pada hari yang ditentukan, penulis berangkat menuju kediaman beliau. Sebelum sampai di tempat tujuan, penulis mendapat telepon lagi dan beliau memastikan jam pertemuan. Kesan keempat, beliau displin.
Beliau menyambut penulis dengan ramah. Penulis memperkenalkan diri secara singkat dan menyebutkan maksud tujuan penulis. Wawancara berlangsung dalam suasana akrab dan santai, wawancara yang seharusnya berjalan satu jam menjadi dua jam lebih. Inilah pertemuan dan wawancara pertama dengan tokoh yang gigih memperjuangkan sawit bukan saja di Indonesia, tetapi juga di dunia, sang Duta Besar Sawit Indonesia.
Dari pertemuan ini, timbul kesan kelima, beliau seorang yang mempunyai wawasan yang luas, tidak pelit berbagi ilmu, dan memiliki ilmu sawit yang mumpuni dari A sampai Z. Jusuf Kalla, mantan wakil Presiden RI pun memberikannya julukan ensiklopedia industri minyak sawit.
BACA JUGA: Harga Saham Sawit Rabu 16 Agustus 2023 Naik Hingga 21,62 Persen
Semoga pak Derom Bangun diberi umur panjang, sehingga dapat berbagi ilmu dan pengalaman panjangnya di dunia sawit kepada generasi penerus. (*)
Penulis: Maruli Pardamean/Penulis Buku Agribisnis dan Praktisi Kelapa Sawit
