InfoSAWIT, DEPOK – Sistem Integrasi Sawit-Sapi (SISKA) memiliki posisi strategis dalam mengembangkan sektor perkebunan dan peternakan di Indonesia. Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (Gapensiska) yakin sistem ini mendukung pencapaian rencana pemerintah dalam mewujudkan Perkebunan Sawit Berkelanjutan.
Demi mewujudkan semangat kolaborasi untuk mengakselerasi pengembangan SISKA di Indonesia, belum lama ini Gapensiska berinisiatif membentuk SISKA Collaboration Reasearch and Dissemination (SCRD) agar terjalin kerjasama multistakeholder, seperti BRIN, Universitas, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan RI, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, BPDPKS, Bappenas, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) serta asosiasi terkait perkebunan dan peternakan lainnya.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) diadakan pada Selasa, 22 Agustus 2023 dihadiri seluruh pihak yang terlibat, telah membangun komitmen yang kuat untuk terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan penandatanganan piagam kolaborasi.
BACA JUGA: Disbunnak Kalbar Lakukan Penataan Kawasan Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) di 2 Desa
Semangat kolaborasi memang harus terjalin, karena implementasi SISKA ini menyangkut berbagai aspek, termasuk sosial, ekonomi, hukum, dan lingkungan. “GAPENSISKA harus bisa mendukung pembangunan ekosistem yang bagus, ekosistem sapi di kebun sawit, untuk kebaikan keduanya (simbiosis mutualisme), sapi nya sehat dan sawit lebih produktif,” ujar Ketua Dewan Pembina GAPENSISKA, Rusman Heriawan dalam keterangannya diterima InfoSAWIT.
Sementara, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tertarik dan berkomitmen terus mendukung GAPENSISKA dalam menyusun dan merumuskan desain program SISKA dalam skala perkebunan besar swasta maupun pekebun sawit. “Termasuk dalam analisis usaha ternaknya dan penyediaan SDM bidang peternakan di kebun sawit,” kata Ketua Bidang Perkebunan GAPKI R Azis Hidayat.
BACA JUGA: Masalah Impor Daging Sapi Kelar, Bila Integrasi Sawit Sapi Diterapkan
Merujuk informasi yang dihimpun, tindaklanjut dari hasil FGD ini, SCRD berfokus pada kegiatan pendampingan dan bimbingan teknis (diseminasi) serta dukungan riset inovasi good farming practices dalam implementasi SISKA di lokasi-lokasi pengembangan, khususnya di Kalbar, Kaltim, Riau dan Kalsel-Tanah Bumbu. (T2)
