Rasio Ridho mengutarakan, menurut pengakuan Sampoerna Agro lokasi tersebut bukan HGU mereka. Sebab itu dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN siapa pemegang HGU atau pemilik lahan terbakar tersebut. “Data HGU penting untuk mengetahui siapa penanggung jawab kebakaran hutan dan lahan,” kata Rasio.
Total sebanyak 11 lahan perkebunan dengan luas mencapai 9.953 hektare telah disegel di Sumatera Selatan. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan data pada akhir September 2023, yang mencatat enam lahan dengan luas 3.315 hektare telah disegel. KLHK terus memantau situasi melalui analisis data titik panas dari citra satelit. Apabila ada lokasi lain yang terbakar, tim akan segera dikirim untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Direktur Pengawasan dan Sanksi Administratif KLHK Ardy Nugroho mengatakan jumlah lokasi yang akan disegel kemungkinan bertambah karena pihaknya sedang menganalisis data titik panas dari citra satelit. “Apabila kami melihat ada lokasi yang terbakar kami akan mengirimkan tim ke lokasi,” kata dia. (T2)
