InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD) telah mengumumkan rencananya untuk memperluas jangkauan produk dengan meluncurkan kontrak berjangka minyak kedelai pada kuartal pertama tahun depan.
Keputusan ini diambil seiring dengan upaya untuk menciptakan solusi lindung nilai yang lebih komprehensif bagi pelaku industri minyak nabati. Direktur Pasar Derivatif di Bursa Malaysia, Mohd Saleem menjelaskan, bahwa perencanaan ini sedang berlangsung, dengan spesifikasi kontrak yang diharapkan akan selesai tahun ini sebelum peluncuran perdana pada awal 2024.
“Ada banyak perdagangan antara minyak sawit dan minyak kedelai. Ini mungkin akan mensinergikan lebih banyak lindung nilai di bawah satu atap,” katanya dikutip InfoSAWIT dari The Edge Market.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 6-12 Oktober 2023 Naik Rp 37,63/Kg, Cek Harganya..
Rencana BMD ini bertujuan untuk menciptakan kesinambungan dan efisiensi dalam perdagangan minyak nabati, mengingat pentingnya hubungan antara minyak sawit, minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak kanola.
Dengan menyediakan kontrak berjangka untuk minyak kedelai, pihak BMD berharap dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi para pelaku industri yang melakukan lindung nilai atas risiko mereka terhadap fluktuasi harga di pasar global.
Sebelumnya, Chicago Mercantile Exchange (CME Group) dan Chicago Board of Trade (CBOT) memimpin pasar kontrak berjangka minyak kedelai. Namun, dengan langkah ambisius ini, BMD berharap dapat menarik perhatian pedagang dan produsen minyak kedelai dari seluruh dunia. Namun, seiring dengan peluang besar ini, ada tantangan yang harus dihadapi.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Melorot Rp 150/Kg Pada Kamis (5/10), Dumai Withdraw
Kepala Eksekutif Sunvin Group, sebuah perusahaan pialang dan konsultan minyak nabati yang berbasis di Mumbai, Sandeep Bajoria mengatakan, bahwa kontrak minyak kedelai di CBOT dan Dalian Commodity Exchange saat ini sangat likuid. Oleh karena itu, BMD perlu mengambil langkah-langkah cerdas untuk menarik volume perdagangan yang signifikan.
“Kontrak minyak kedelai di CBOT dan Dalian Commodity Exchange sangat likuid. Tidak mudah bagi BMD untuk menarik volume besar,” ujarnya.
Langkah-langkah ini menjadi semakin penting setelah India menghentikan perdagangan berjangka minyak sawit dan kedelai pada bulan Desember 2021. Dalam konteks ini, pedagang India mencari alternatif lindung nilai, dan BMD tampaknya menjadi salah satu opsi yang menarik. (T2)
