InfoSAWIT, MUMBAI – Harga kontrak minyak sawit di Bursa Malaysia melonjak pada Senin, (9/10/2023), setelah sebelumnya turun 4,4% pada minggu lalu, lantaran ada harapan bahwa permintaan biodiesel berbasis sawit akan meningkat menyusul melonjaknya harga minyak mentah.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Desember 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 48 ringgit per ton atau terdapat kenaikan sekitar 1,33%, menjadi RM 3,648 (US$ 772,88) per metrik ton di awal perdagangan.
Tercatat harga minyak mentah melonjak lebih dari US$ 4 per barel pada awal perdagangan Asia, pasaka bentrokan militer yang terjadi antara pasukan Israel dan Hamas pada akhir pekan lalu, sekaligus memperdalam ketidakpastian politik di Timur Tengah.
BACA JUGA: Langkah Pemkab Sekadau Dalam Mendukung Petani Sawit Peroleh ISPO
Harga minyak mentah yang lebih kuat, membat minyak kelapa sawit sebagai pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.
Sementara, harga kontrak minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade BOc2 naik 1,46% di awal sesi.
Merujuk survey yang dilakukan Reuters, stok minyak sawit Malaysia pada akhir September 2023 kemungkinan naik ke level tertinggi sejak Oktober 2022 meskipun terjadi peningkatan ekspor di tengah peningkatan produksi.
BACA JUGA: Terfokus di 7 Provinsi, Penerapan ISPO di Petani Sawit Masih Dianggap Lamban
Harga minyak sawit diperkirakan berada pada kisaran RM 3.595 – RM 3.624 per metrik ton.
