InfoSAWIT, MUMBAI – Harga kontrak minyak sawit di Bursa Malaysia turun pada awal perdagangan Selasa (10/10/2023) ke level terendah dalam tiga setengah bulan di tengah kekhawatiran penumpukan persediaan di Malaysia. Lantaran diperkirakan produksi tumbuh lebih besar daripada ekspor selama September 2023.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Desember 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 56 per ton, atau terdapat penurunan sekitar 1,55%, menjadi RM 3,549 (US$ 750,00) per metrik ton pada perdagangan pagi.
Sebelumnya mata uang Ringgit Malaysia jatuh menjadi 3.520 ringgit, level terendah sejak 23 Juni.
Menurut survei Reuters, stok minyak sawit Malaysia pada akhir September 2023 kemungkinan naik ke level tertinggi sejak Oktober 2022, kendati terjadi peningkatan ekspor menyusul produksi yang terus meningkat.
BACA JUGA : Harga Saham Sawit Naik Sampai 5 Persen, Sembilan Saham Masih Gacor Pada Senin 9 Oktober 2023
Harga kontrak minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade BOc2 turun 0,82% di awal sesi Asia.
Impor minyak sawit India pada September tercatat turun 26% dari bulan lalu setelah persediaan melonjak ke tingkat rekor tertinggi.
Sementara harga minyak mentah sedikit turun pada Selasa (10/10/2023), setelah naik lebih dari 4% pada sesi sebelumnya karena pasar mempertimbangkan potensi gangguan pasokan seiring berlanjutnya konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina, Hamas.
BACA JUGA: Kontribusi ESG Sawit Menggapai SDGs
Harga minyak mentah yang terus menguat menjadikan minyak kelapa sawit sebagai pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel. (T2)
