InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Merujuk laporan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), pada Selasa (10/10/2023), stok minyak sawit Malaysia tercatat mencapai level tertinggi dalam 11 bulan terakhir hingga September 2023. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan komoditas tersebut.
Tercatat stok naik 9,6% dibanding stok minyak sawit pada Agustus, menjadi 2,31 juta metrik ton. Ini menjadi kenaikan selama lima bulan berturut-turut di Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia.
Sementara produksi minyak sawit mentah (CPO) naik 4,33% menjadi 1,83 juta ton pada September, Namun demikian kegiatan ekspor justru turun menjadi 1,2 juta ton.
BACA JUGA: Berikut 7 Harga Saham Sawit Naik, Tertinggi Emiten CSRA Melonjak 1,81 Persen
Dari survei yang diadakan Reuters memperkirakan persediaan sebesar 2,38 juta ton, pertumbuhan sebesar 12,05% pada bulan tersebut, produksi sebesar 1,86 juta ton, dan ekspor sebesar 1,32 juta ton.
Diungkapkan pedagang yang berbasis di Mumbai menyebut, saham naik sesuai ekspektasi pasar. Kecepatan ini menunjukkan persediaan akan meningkat lebih lanjut di Malaysia menjadi 2,5 juta ton pada akhir Desember.
“Minyak sawit mengalami kesulitan menaikan harga, lantaran minyak nabati lainnya tersedia dengan harga yang kompetitif,” kata Pedagang itu yang tak mau disebutkan namanya dilansir Reuters.
BACA JUGA: Garuda Indonesia Uji Coba Bioavtur Berbasis Sawit, Jajaki Untuk Penerbangan Komersial
Permintaan di India dan Tiongkok, dua konsumen terbesar minyak sawit, diperkirakan akan berkurang dalam beberapa bulan mendatang karena persediaan meningkat di negara-negara tersebut.
Data MPOB menunjukkan konsumsi Malaysia meningkat hampir dua kali lipat dari bulan ke bulan menjadi 494.000 ton pada bulan September, kata Anilkumar Bagani, kepala penelitian di Sunvin Group, broker minyak nabati yang berbasis di Mumbai.
Meningkatnya persediaan dapat merugikan harga minyak sawit global, meskipun perkiraan penurunan produksi akibat fenomena cuaca El Nino, yang menyebabkan cuaca panas dan kering berkepanjangan, dapat menjadi alasan meningkatkan harga. (T2)
