InfoSAWIT, JAKARTA – Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia membukukan kenaikan mingguan pada Jumat, (20/10/2023), lantaran data ekspor yang menguat serta adanya kenaikan harga minyak mentah mengimbangi sebagian besar melemahnya harga minyak nabati lainnya.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Januari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 13 per ton atau terdapat kenaikan sekitar 0,35% menjadi RM 3,771 (US$ 791,40) per metrik ton, dimana selama seminggu ini harga kontrak minyak sawit naik 0,35%.
Diungkapkan analis senior di Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, harga minyak sawit berada di bawah tekanan sepanjang hari namun berhasil memangkas kerugian menjadi sedikit lebih tinggi karena ekspor yang menjanjikan. “Namun disisi lain terdapat prospek produksi yang tidak menentu,” katanya ditulis Reuters.
Merujuk data AmSpec Agri Malaysia dan Intertek Testing Services Ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-20 Oktober diperkirakan meningkat antara 7,9% dan 9,9% ,.
Sementara harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 turun 1,36 %, sedangkan harga kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 1,82%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,76 %.
BACA JUGA: PTPN Holding Melalui CTC Dorong Kepemimpinan Perempuan Capai 18 Persen
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lain lantaran mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global. (T2)
