InfoSAWIT, SEBUYAU – Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Fadillah Yusof, mengumumkan bahwa ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke India terus mengalami pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya permintaan negara tersebut menjadi enam juta ton.
Fadillah Yusof, yang juga menjabat sebagai Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia, menyatakan bahwa kementeriannya sedang merumuskan langkah-langkah yang perlu diambil untuk memenuhi tingginya permintaan dari India.
Saat ini, Malaysia mampu mengekspor hampir empat juta ton metrik CPO ke India, menjadikannya sebagai negara pengimpor terbesar CPO. Namun, untuk memenuhi permintaan India yang mencapai enam juta ton metrik, pihak Malaysia perlu mempertimbangkan berbagai upaya dan strategi.
BACA JUGA: Indonesia Jadi Pemain Utama dalam Pengembangan Bioavtur Berbasis Minyak Sawit
Dikutip InfoSAWIT dari Bernama, Fadillah Yusof menjelaskan kepada media dalam acara Trek Komoditi 2023 di Sarawak, bahwa tidak mungkin memberikan dan menjual seluruh produksi CPO kepada satu negara saja. Oleh karena itu, pihak Malaysia tengah merinci langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan India yang semakin meningkat.
Selain itu, Fadillah Yusof juga mengomentari komitmen China terhadap industri sawit di Malaysia. Dia menyatakan bahwa kerjasama erat antara kedua negara, seperti pengembangan produk berbasis komoditas sawit, memberikan keuntungan signifikan dalam meningkatkan jumlah ekspor CPO ke China. Kerjasama ini mencakup penghasilan kapsul Vitamin A dan produk daging berbasis tumbuhan (vegan meat).
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Indonesia Berpartisipasi dalam Acara Smallholder Linking and Learning RSPO
Fadillah menekankan bahwa kerjasama ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga mencerminkan persetujuan prinsipal China terhadap Pensijilan Minyak Sawit Mampan Malaysia (MSPO). Ini merupakan langkah positif yang membuka peluang baru dan meningkatkan daya saing produk sawit Malaysia di pasar internasional. (T2)
