InfoSAWIT, JAKARTA – Kendati tanggal pertemuan belum ditentukan, Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres), Masduki Baidlowi mengungkapkan, bahwa Wakil Presiden (Wapres) berencana untuk memanggil Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi oleh para petani sawit.
BPDPKS, yang menghimpun dana-dana sawit dengan jumlah hingga ratusan triliun rupiah, akan menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Hasil diskusi akan dilaporkan kepada Presiden sebagai langkah konkrit untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh sektor perkebunan kelapa sawit.
Dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, menurut Masduki Baidlowi, dana-dana sawit saat ini mencapai lebih dari 100 triliun rupiah. Namun, penggunaannya terutama teralokasi untuk program Biodiesel B35, yang pada akhirnya memberikan keuntungan kepada pengusaha-pengusaha sawit besar. Sementara itu, petani sawit menengah dan kecil berharap dapat membangun pabrik minyak kelapa sawit mereka sendiri, namun kendala finansial menghambat realisasi rencana tersebut.
BACA JUGA:
Petani sawit di berbagai wilayah, seperti Pegunungan Arfak di Papua Barat, menghadapi kerugian signifikan. Masduki Baidlowi menyoroti bahwa karena keterbatasan aksesibilitas, sawit dari Pegunungan Arfak sulit dijual, menyebabkan petani merugi hingga 30 miliar rupiah setiap tahunnya. Situasi ini semakin memprihatinkan karena perwakilan dari Papua Barat menyatakan kelaparan akibat ketidakmampuan mereka dalam menjual dan memproduksi minyak sawit melalui pabrik mini.”Kondisi ini sungguh mengenaskan,” ujar Masduki Baidlowi.
Lebih lanjut kata dia, para petani di Pegunungan Arfak tidak dapat membangun pabrik mini sendiri, dan hasil panen mereka menjadi tidak berguna karena sulit dijual. “Kerugian sebesar 30 miliar rupiah per tahun adalah uang yang hilang percuma dari para petani sawit,” katanya. (T2)
