InfoSAWIT, JAKARTA – Pengembangan perkebunan kelapa sawit tak akan bisa lepas dari kegiatan riset yang dilakukan, contohnya guna memperoleh bibit sawit unggul, maka riset breeding pun menjadi kunci. Demikian pula pada pengembangan industri hilir nasional.
Lantas dalam satu dekade terakhir, ekspor produk turunan kelapa sawit mengalami peningkatan signifikan, mencapai 80% pada tahun 2020 dari hanya 20% pada tahun 2010. Industri di dalam negeri telah berhasil menghasilkan 168 jenis produk hilir kelapa sawit untuk berbagai keperluan, mulai dari pangan, fitofarmaka/nutrisi, bahan kimia/oleokimia, hingga biodiesel FAME. Padahal sebelumnya pada 2011 lalu, baru hanya ada 54 jenis produk hilir kelapa sawit yang dapat diproduksi secara nasional.
Jelas disini kegiatan riset menjadi modal utama dalam mengokohkan akar industri kelapa sawit, terutama karena industri ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap devisa nasional, yakni mencapai US$ 50 miliar pada tahun 2022.
BACA JUGA: Gugus Tugas EUDR Belum Libatkan Masyarakat Terdampak
Meskipun kegiatan riset kelapa sawit sebelumnya tersebar di berbagai lembaga riset nasional dan perguruan tinggi, kehadiran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan dorongan lebih lanjut.
Program Grant Riset Sawit (GRS) yang dijalankan oleh BPDPKS telah menjadikan kegiatan riset kelapa sawit semakin berkembang, menarik banyak peneliti untuk turut serta dalam penelitian yang mendukung industri kelapa sawit nasional.
Meskipun demikian, hanya sebagian kecil dari ribuan hasil riset BPDPKS yang melalui GRS yang telah mencapai tahap komersial. Beberapa pihak menyarankan pembentukan lembaga independen non-profit yang fokus pada pematangan hasil riset, termasuk menarik industri dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) atau (Technology Readiness Level/TRL) sekitar level 7.
BACA JUGA: Supaya Sukses Menjadi Planter di Era Gen Z, Berikut Caranya..
Lantas langkah lain apa yang bisa dilakukan supaya riset itu bisa mendukung berkembanganya industri kelapa sawit nasional?, nah, pembaca budiman bisa melihatnya pada Rubrik Fokus majalah InfoSAWIT edisi November 2023. (T2)
