Pemprov Riau Lakukan Update Luasan Kebun Sawit, Menyusul DBH Sawit Dianggap Rendah

oleh -4.334 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/foto: Bernadus Ritchard/Ilustrasi perkebunan sawit.

InfoSAWIT, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Perkebunan, bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten/kota di Riau, telah menyelesaikan pembaruan terkait luasan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut. Pembaruan ini dilakukan sebagai tanggapan atas laporan dari dinas perkebunan kabupaten/kota terkait Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit yang dinilai masih rendah dan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syanhrial Abdi, melalui Sekretarisnya, Supriadi, menjelaskan bahwa pembaruan terkait luasan perkebunan ini diperlukan karena parameter yang digunakan dalam pembagian DBH sawit adalah luas perkebunan dan produksi. Data yang digunakan oleh pemerintah pusat dalam menghitung luas kebun kelapa sawit di Riau berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kami melakukan verifikasi ulang dan pembaruan data luasan perkebunan kelapa sawit bersama dinas perkebunan kabupaten/kota di Riau,” ujar Supriadi, dikutip InfoSAWIT dari Media Center Riau, Kamis (15/2/2024).

BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Turun 12% pada Januari

Menurut Supriadi, hasil pembaruan data menunjukkan peningkatan signifikan dalam luasan perkebunan kelapa sawit di Riau. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan DBH sawit untuk Riau.

Namun, ketika ditanya apakah pembaruan data ini akan berdampak pada peningkatan DBH sawit tahun ini, Supriadi tidak dapat memastikan. Informasi yang diterimanya menunjukkan bahwa alokasi DBH sawit tahun 2024 telah ditetapkan.

“Informasi yang kami terima menyebutkan alokasi DBH tahun 2024 telah ditetapkan. Untuk tahun 2023, alokasi DBH sawit seluruh Indonesia sebesar Rp 3,4 triliun, sementara tahun 2024 sebesar Rp 3 triliun, jika tidak salah. Ini menunjukkan penurunan alokasi,” jelasnya.

BACA JUGA: Permintaan Diyakini Masih Kuat, Meski Harga Minyak Sawit Tinggi

Supriadi menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh penurunan harga kelapa sawit pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Harga kelapa sawit relatif lebih rendah sepanjang tahun, tanpa adanya lonjakan harga seperti yang terjadi tahun lalu.

“Pada tahun lalu, kita menyaksikan lonjakan harga CPO yang naik tinggi,” tandas dia. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com