“Dari 22 KUD, 8 masih bekerjasama. Harapannya untuk KUD yang lain bisa kembali menjalin kemitraan dengan PTPN,” ujar Al Haris.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, Direktur Utama PTPN IV, Jatmiko Santosa, serta Ketua Umum DPP Aspekpir, Setyono, Al Haris menjelaskan bahwa potensi PSR di Jambi cukup besar. Ia menyatakan bahwa luas perkebunan sawit di Provinsi Jambi, yang berbatasan dengan Riau dan Sumatera Barat, mencapai 1,2 juta hektar.
Namun, ia mengakui bahwa petani sawit di Jambi memiliki keterbatasan dalam melaksanakan praktik perkebunan berkelanjutan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 6-12 Maret 2024 Naik Rp 73,94/Kg, Cek Harganya..
“Provinsi Jambi memiliki 1,2 juta hektar lahan sawit dengan jumlah petani yang tersebar di mana-mana. Namun, dengan pemahaman yang berbeda-beda, ada yang lebih paham, kurang paham, bahkan tidak paham,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menjelaskan bahwa melalui program bimbingan teknis ini, petani sawit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman mereka, mulai dari pemilihan bibit sawit yang unggul, pemanfaatan lahan, penggunaan pupuk yang lebih produktif, hingga perawatan yang ramah lingkungan.
“Kita berharap bahwa dengan pola ini, kualitas dan produksi dapat meningkat, dan manfaat bagi daerah dapat semakin baik,” tambahnya.
BACA JUGA: Kementan Sebut Potensi Tumpang Sari Sawit-Padi Gogo di Areal Seluas 200 Ribu ha
Pendapat senada disampaikan oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menjelaskan bahwa perusahaan ini, yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (Persero), diberi mandat untuk merevitalisasi 15.000 hektar perkebunan sawit renta di Jambi hingga tahun 2026.
Menurutnya, kehadiran bimbingan teknis ini adalah langkah awal yang tepat untuk mewujudkan mandat tersebut.
