InfoSAWIT, JAKARTA – Sebagai produsen kelapa sawit global, Indonesia juga didukung oleh produsen benih sawit nasional. Tercatat dari 20 produsen benih sawit mampu menghasilkan sekitar 242 juta benih, dengan 68 jenis varietas sawit, diantaranya bahkan terdapat benih sawit yang resisten terhadap serangan ganoderma.
Indonesia telah menetapkan dirinya sebagai pemain utama di industri kelapa sawit global. Sebuah fakta yang tidak bisa diabaikan mengingat beberapa indikator yang mengikutinya, termasuk salah satunya didukung oleh produsen benih sawit unggul.
Ketua Forum Kerjasama Produsen benih Kelapa Sawit, Dwi Asmono, mengungkapkan, bahwa Indonesia kini memiliki potensi produksi hingga mencapai hingga 242 juta benih. Benih-benih ini dihasilkan dari 20 produsen dengan ragam varietas mencapai 68 jenis.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 15-21 Mei 2024 Naik Tipis, Cenderung Stagnan..
Pada tahun 2023 tercatat distribusi benih telah sebanyak 124,5 juta, angka tersebut merupakan yang terbesar secara global, meskipun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang hampir mencapai 130 juta benih. Dalam konteks market share, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) masih tetap menjadi produsen benih dengan pemasaran tertinggi dan bertengger di puncak, dan diprediksi menunjukkan kontribusinya akan semakin besar pada tahun 2024.
“Ketika kita bicara tentang hilir, maka kelapa sawit kita nomor satu. Sementara di hulu, yaitu di bidang perbenihan, Indonesia juga memimpin dunia,” kata Dwi Asmono, dalam acara diskusi Benih Sawit 2024 yang diadakan secara virtual oleh Gamal Institute pada awal Februari 2024 lalu yang dipantau InfoSAWIT.
BACA JUGA: Rembuk Nasional PWNU Riau: Membangun Kesejahteraan Lewat Perkebunan Sawit
Menurut Dwi Asmono, diperkirakan bahwa kebutuhan akan benih akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dunia. Faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan ini adalah penurunan suplai minyak nabati lainnya, seperti minyak bunga matahari akibat kekeringan dan konflik geopolitik di Ukraina.
Namun, perhatian khusus diperlukan dalam penggunaan benih di tingkat petani sawit kecil. Masih maraknya penyebaran benih hasil produksi ilegal melalui proses breeding illegal menjadi perhatian serius. (T2)
