Bupati Kotawaringin Timur Temui GPPI untuk Cegah Konflik di Perkebunan Kelapa Sawit

oleh -1218 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
info sawit
Dok. InfoSAWIT/Pencurian buah sawit.

InfoSAWIT, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Halikinnor, mengadakan pertemuan dengan Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim untuk mencegah terjadinya konflik antara masyarakat dan perusahaan besar swasta (PBS) di perkebunan kelapa sawit. Pertemuan ini dilakukan pada Selasa, (11 Juni 2024), bertujuan guna membahas penyelesaian permasalahan yang sering terjadi di perkebunan.

“Hari ini kami melakukan pertemuan dengan owner perkebunan yang ada di Kotim. Kita membahas bagaimana penyelesaian permasalahan yang kerap kali terjadi di perkebunan,” kata Halikinnor dikutip InfoSAWIT dari KontenKalteng, ditulis Kamis (13/6/2024).


Tercatat ada lebih dari 53 Perkebunan Besar Swasta (PBS) di Kotim, sebagian besar bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Kabupaten Kotim dikenal sebagai kabupaten dengan perkebunan sawit terluas di Indonesia.

BACA JUGA: Disbun Kaltim Gelar Sosialisasi Program Bantuan Sarana dan Prasarana untuk Petani Sawit

Permasalahan di perkebunan sering muncul antara pihak perkebunan dan masyarakat setempat, seperti aksi penjarahan, pemortalan, dan klaim lahan di perkebunan PBS yang seringkali berujung pada bentrok fisik antara aparat dan masyarakat serta aksi demo di PBS.

“Pemkab Kotim ingin agar ke depannya permasalahan itu dapat diminimalisir. Terkait ini agar penyelesaian di tingkat desa dan kecamatan lebih dikomprehensifkan dengan melibatkan OPD teknis,” ucap Halikinnor.

Halikinnor menegaskan bahwa OPD terkait harus tidak hanya mengedepankan aspek legal formal tetapi juga mencermati historis kepemilikan lahan dan usaha ekonomi masyarakat desa sekitar PBS.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Mulai Naik 1,4 Persen Pada Rabu (12/6), Terkerek Kenaikan Harga Minyak Nabati Lain

Selain itu, untuk mengurangi aksi demo dan pencurian kelapa sawit di PBS, perlu dijajaki program usaha masyarakat di desa sebagai mata pencaharian yang potensial. “Perusahaan juga harus aktif terutama dalam hal CSR (Corporate Social Responsibility). Melalui program CSR ini, usaha masyarakat desa digerakkan. Dengan adanya usaha dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga aksi pencurian buah kelapa sawit dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com